Bantu Kekeringan, PCNU Bojonegoro Ikut Kirim Air
Kekeringan yang meluas di Kabupaten Bojonegoro membuat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro ikut berbagi. Yakni mengirim air warga yang membutuhkan.
Kekeringan yang meluas di Kabupaten Bojonegoro membuat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro ikut berbagi. Yakni mengirim air warga yang membutuhkan.
Musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengakibatkan sejumlah daerah krisis air bersih. Sedikitnya 22 Desa dari 12 kecamatan mengalami kekeringan. Puncak kekeringan diprediksi akan terjadi pada bulan September sampai Oktober 2019.
Lembaga Amil Zakat, Infaq, Shodaoh Nahdlatul Ulama' (LazisNU) Bojonegoro diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak. Hal itu, disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama' Bojonegoro Kholid Ubed, Minggu (7/10/2018) di Ruang Rusunawa, PC NU Bojonegoro.
Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infaq Dan Shodakoh Nahdlatul Ulama' (PC LazisNU) Bojonegoro menggelar pendidikan dan pelatihan, Minggu (7/10/2018) di Rusunawa PCNU Bojonegoro.
Pasca beberapa kejadian gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat, berbagai elemen ikut membantu para korban. Salah satunya PC Lazisnu Kabupaten Bojonegoro yang melakukan penggalangan dana, sesuai intruksi PW Lazisnu Jawa Timur.
Plaza Cepu yang ada di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terbakarJumat (6/7/2018). Mendengar laporan Dinas Pemadam Kebakaran Bojonegoro turut membantu dengan menurunkan 11 personilnya.
Setelah beberapa waktu lalu Lembaga Zakat, Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) sukses mengadakan kirab koin NU peduli. Sehingga lembaga NU yang menangani harta warga Nahdliyin menggelar halal bi halal Lazisnu se-Jawa Timur yang berlangsung di MWC NU Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (1/7/2018).
Sebagai bentuk kepedulian Nahdlatul Ulama (NU) terhadap kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Bojonegoro melakukan aksi nyata dengan membedah tiga rumah milik masyarakat yang layak menerima.