Uji kompetensi Wartawan (UKW) yang dirangkai dengan Lokakarya Media yang diselenggarkan oleh SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS), yang direncanakan berlangsung mulai Senin hingga Rabu (22-24/4/2019) dipastikan pelaksananaannya ditunda. Sehingga kegiatan yang digelar di Aula Pertamina EP Surabaya, Senin (22/04/2019) hanya berlangsung lokakarya media saja.
Dalam upaya meningkatkan kompetensi wartawan, guna tercapainya pemberitaan terkait industri hulu migas yang berimbang dan faktual sesuai kode etik jurnalistik, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Wilayah Jabanusa menggelar lokakarya media 2019.
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (OMEK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Jalaludin Rumi Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attanwir, sore tadi peringati Harlah PMII yang ke 59. Dengan menggelar nonton bareng (Nobar) serta diskusi Film Sexy Killers di auditorium kampus setempat, Jumat (19/4/2019) sore.
Sejak kemarin dan makin marak hari ini, tersebar di group media sosial (Medsos) ucapan selamat melalui foto Calon Legislatif (Caleg) terpilih untuk DPRRI. Terutama dari Daerah Pemilihan Jatim IX (Bojonegoro-Tuban).
Satu dari sekian TPS yang ada Kelurahan Mojokampung yakni TPS 04 Kecamatan Kota Bojonegoro, dipermak dengan nuansa kerajaan, seluruh panitia juga diparas laksana raja dan ratu.
Salah satu langkah memberikan sarana bagi mitra binaan untuk mengenalkan produk unggulannya, Pertamina kembali memberikan kesempatan kepada mitra binaannya mengikuti pameran. Kali ini, 6 (enam) mitra binaan meramaikan pameran Batik Bordir & Aksesoris Fair 2019 yang diadakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur. Pameran bertemakan “Sogan Batik Jawa Timur†dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, pada Rabu (10/4/2019) di Grand City Surabaya.
Bawang Merah merupakan salah satu komoditas penting di negara kita. Bawang merah biasanya dibudidayakan di musim kemarau antara bulan April hingga September.
Sekarang, telah banyak sarana untuk membantu kita dalam mengenal diri sendiri. Contohnya tes MBTI, STIFin, Talents Mapping, dan sebagainya. Namun, banyak pula orang yang sudah mendapatkan hasil dari tes tersebut, yang justru "ketakutan" pada indikator kelemahannya.
Jum'at (05/04/2019) malam komunitas perupa bojonegoro gelar pameran lukisan. Pameran itu bertempat di Resto Ayam Geprek Sako Jln. Sawonggaling. Acara dimulai pukul 19:00 WIB hingga selesai. Pameran tersebut berlangsung selama 3 hari dimulai 5 sampai tanggal 7 april. Dalam acara, tidak hanya menampilkan lukisan yang dipamerkan. Pameran ini dihadiri pencinta seni termasuk seni musik, pantomim, fotografer dll. Eko ketua komunitas perupa bojonegoro mengatakan, "dengan acara ini diharapkan bisa merangkul semua seniman di Bojonegoro dan membangkitkan kembali komunitas perupa bojonegoro yang sempat mati beberapa tahun sebelumnya". Wahyu ketua pokja kebudayaan Bojonegoro menambahkan "Tentunya kalo mereka membelikan hiasan-hiasan ini untuk tempat-tempat lain atau hotel belum menjangkau karya lokalnya. Harapannya digelarnya pameran ini menjadi ketertarikan mereka untuk mengoreksi, memasang dari karya asli Bojonegoro ini".
Usaha ikan hias di pinggir jalan bisa dibilang cukup menjanjikan. Bagaimana tidak, dalam sehari saja Rp.400 Ribu hingga Rp.500 Ribu bisa dikantongi Bagus, PKL yang berjualan di Jalan Mas Tumapel Kota Bojonegoro. Kebanyakan pembeli adalah anak-anak, ada juga orang dewasa yang suka dengan ikan hias. Tiap hari Bagus mulai berdagang pukul 09.00 hingga 15.00 Wib. Sekali ia beli ikan hias dari Blitar, ia mengeluarkan budget Rp.2 Juta. Tentu apabila dikalkulasi dengan untung yang didapat akan berlipat. Yang menjadi tantangan saat menjual ikan hias adalah ketika mendapat ikan yang lemas ataupun sakit saat dikirim dari Kabupaten Blitar. Ikan yang dijual pun bervariasi mulai dari ikan mas, koki, koi dan lainnya. Harga mulai Rp.5 ribu hingga Rp.20 ribu tergantung jenis dan juga besar ikan.