Skip to main content

Category : Tag: Menulis


Menghadirkan Daya Menulis

Menulis punya fungsi merekam sejarah. Ia hadir menjadi bukti atas sesuatu yang terjadi. Hingga bila penulis boleh menggambarkan, kebesaran entitas suku, organisasi, prestasi, keindahan panorama alam, hingga kelebihan magis baik orang atau barang tidak akan terdengar gaungnya oleh orang lain, tanpa hadirnya penulis yang mengulasnya. Justru dari tulisan yang ditulis oleh para penulislah semua itu terdokumentasikan dengan rapi. Walau sang penulis kadang telah tiada, namun karya abadinya bisa dinikmati sepanjang masa.

Renungan Khayali Teknologi

Dunia hari ini sudah bisa dibilang sempit, apalagi akhir-akhir ini makin tidak terbatas alis nir sekat. Walau hakekat keberadaan antar manusia berbeda tempat, namun kehadirannya serasa dekat ada di depan kita. Sampai-sampai kemanjaan kita sebagai manusia bisa terjadi hanya dengan berada di tempat, kegilaan dengan cara tertawa sendirian bisa dilakukan hanya dengan duduk manis saja. Maka pada porsi ini seakan-akan kita sulit membedakan antara yang gila beneran dan gila jadi-jadian.

Menumbuhkan Semangat Belajar Anak

BARU-masuknya Tahun Pelajaran baru 2017/2018 di semua jenjang pendidikan ini patut di jadikan renungan bersama khususnya orang tua. Mengapa, karena anak-anak kita baru saja kembali belajar, mulai menempati jenjang sekolah baru hingga naik ketingkat yang lebih tinggi.

Membaca Positif Kolom Menulis

Hadirnya kolom menulis di berbagai media selayaknya direspon baik oleh para penulis, baik pemula atau yang sudah mahir. Salah satunya rubrik ’Kolom’ milik media online blokBojonegoro.com atau yang lebih tren di singkat (bB). Bahkan pemekarannya sekarang tidak hanya di Kabupaten Bojonegoro saja, melainkan sudah berekspansi ke Kabupaten Tuban dengan sebutan blokTuban.com atau (bT).

Liburan UAMBN, Santri Al-Rosyid Padati GOR Bojonegoro

Kamis (6/3/2017) pagi seluruh santri kelas VII dan VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Rosyid, Kendal, Sumbertlaseh bersiap berkumpul di Musala Pondok Pesantren (Ponpes). Santri yang berasal dari berbagai daerah meliputi Bojonegoro, Tuban dan bahkan ada dari luar Pulau Jawa antusias mengikuti kegiatan lomba membuat seni letter