Bertempat di Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro, Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro menggelar Kajian Bermanfaat Ilmu Pendidikan, Selasa (4/12/2018).
Hari terakhir pembelajaran Geographic Information System (GIS) oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber daya Nahdlatul Ulama' (Lapkpesda NU) Jumat-Senin (30-3/11-12/2018) di Aula PC NU Bojonegoro, dengan menggunakan aplikasi open jump, para peserta masih tetap antusias.
Tidak ada yang salah dari tulisan NU dan Pertanian. Namun, berbicara pertanian adalah berbicara tanah, juga agraria. Perlu dibedakan mengenai tanah dan agraria. Agraria lebih luas lingkupnya. Petani yang hidup di Indonesia ini tidaklah bisa tenang. Harus was-was setiap hari, bukan karena gerakan makar, teroris apalagi HTI dan PKI. Harus was-was karena ada banyak Undang-undang yang melegitimasi “perampasan†tanah rakyat, termasuk lahan pertanian. Aturan yang memperbolehkan perubahan lahan pertanian menjadi non pertanian. Belum lagi aturan terkait perdagangan bebas yang membuka celah untuk barang impor menghancurkan harga panen petani, pencabutan subsidi pupuk dan sederet aturan global yang mengintervensi aturan nasional ataupun lokal.
Mata pencarian penduduk Kabupaten Bojonegoro mayoritas sebagai petani. Mayoritas dari mereka diyakini petani NU, karena mayoritas penduduk Kabupaten Bojonegoro pengikut ormas yang didirikan oleh mbah Hasyim Asy'ari ini. Petani yang saya maksud disini, adalah petani yang mengelola tanaman pangan atau hortikultura. Bukan petani yang mengelola hewan dan ikan.
Meskipun menjadi guru madrasah di daerah pinggiran Kabupaten Bojonegoro, tidak membuat Nur Hidayat terus memberikan manfaat kepada masyarakat maupun murid yang diajarnya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. bersilaturrohim ke PCNU Kabupaten Bojonegoro, Senin (19/11/2018). Dalam kunjungannya tersebut, pejabat negara asal Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro melihat langsung bangunan Rusunawa milik NU dan kampus IAI-UNU Sunan Giri.
Penutupan Festival Pusaka Nusantara (FPN) 2018 di Kabupaten Bojonegoro begitu terasa istimewa, karena dihadiri langsung oleh sejumlah tamu undangan seperti Sekretaris Jenderal (Sekjen) Senopati Nusantara yakni Hasto Kristianto.
Jumat (16/11/2018), digelar festival Pusaka Nusantara. Acara itu berlangsung di Pendopo Malowopati Bojonegoro. Festival pusaka nusantara yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut, menampilkan ratusan pusaka mulai dari Keris, Tombak, Pedang, Cincin dan lainnya.
Festival Pusaka Nusantara tahun 2018 ini, yang bertempat di Pendopo Kabupaten Bojonegoro resmi dibuka oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah, Jumat (16/11/2018).
Bupati Bojonegoro, Dr Hj. Anna Muawannah membuka secara resmi festival Pusaka Nusantara 2018 di Pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro, Jum at (16/11/2018).