Skip to main content

Category : Tag: Pas


Kumpulrejo Gelar Festival Waluh

Banyak cara yang dilakukan untuk memperkenalkan potensi desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro, yakni salah satunya dengan menggelar "Festival Waluh" seperti yang ditunjukkan Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas pada Minggu (6/8/2017) pagi.

Pulang Kerja, Buruh Tani Meninggal Dihantam Kereta

Seorang buruh tani meninggal dunia akibat terserempet Kereta Api (KA) Jaya Baya dari timur, Senin (31/7/2017) kemarin. Sebelumnya, korban bekerja di sawah bersama sejumlah buruh lainnya di Desa Wedi, Kecamatan Kapas. Naas waktu pulang korban tertabrak kereta hingga meregang nyawa.

Warga Sambiroto Mencium Bau Tak Sedap

Warga Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro sudah mulai melakukan aktifitas seperti hari-hari setelah terpapar bau tidak sedap. Sebelumnya, bau itu membuat 27 warga mendapat perawatan karena mengeluh mual-mual. Satu warga lainnya yang sempat dirujuk ke rumah sakit karena mengalami muntah-muntah dan pusing juga sudah pulang.

Diduga PAD A Lapangan Sukowati 'Kentut'

Berikut Daftar Nama Warga Terdampak Bau dari PAD A

Bau menyengat yang diduga keluar dari PAD A Lapangan Sukowati, berdampak bagi sebagian warga yang ada di RT 9, RT 11 dan RT 12, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Tahun Ajaran Baru

Pusat Perbelanjaan dan Pasar Kota Dipadati Pembeli

Menjelang Tahun Ajaran Baru (TAB) 2017/2018, sejumlah masyarakat memadati pusat perbelanjaan maupun Pasar Besar Bojonegoro guna membeli perlengkapan sekolah baik alat tulis, buku maupun sepatu.

Nenek Tidur di Pasar Bertahun-tahun

Terkadang Sumini Mengemis di Cepu

Nenek bernama Sumini, yang mengaku telah menghabiskan hidupnya tinggal dan tidur di area Pasar Kecamatan Ngambon, Bojonegoro, Jawa Timur, selama bertahun-tahun lantaran tak punya tempat tinggal itu, ternyata terkadang menjadi seorang pengemis di Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah.

Tidur di Pasar Ngambon, Nenek Ini Mengaku Diusir Menantu

Berperawakan dekil, kumuh, rambut acak-acakan, dengan pakaian compang camping, berbalut kain sepanduk, seolah Nenek tua ini seperti orang gila. Namun, tidak demikian, Nenek yang mengaku bernama Sumini itu adalah manusia normal dan bukan gila.