Sempat Tak Digaji, Perempuan Asal Bojonegoro Kini Sukses Buka Toko Kelontong
Yati (44), lahir di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur pada tahun 1980 silam. Keterbatasan ekonomi membuat Yati hanya bisa menamatkan pendidikan jenjang sekolah dasar (SD).
Yati (44), lahir di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur pada tahun 1980 silam. Keterbatasan ekonomi membuat Yati hanya bisa menamatkan pendidikan jenjang sekolah dasar (SD).
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Puan Maharani melakukan kunjungan ke Kabupaten Bojonegoro. Salah satu kegiatannya, yakni meletakkan batu pertama kantor DPC PDI-Perjuangan Bojonegoro, Jumat (19/1/2024).
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bojonegoro, menanam 4.500 pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, Sabtu (6/2/2021). Penanaman pohon ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan yang ke 48 dan Ultah ke-74 Megawati Soekarno Putri.
Wajib Tahu Tempat Kejuangan 45 di Kota Migas
Berbagai acara diselenggarakan dalam menyemarakkan HUT PDI Perjungan ke-47, termasuk yang diadakan anggota fraksi PDI DPRD Kabupaten Bojonegoro, Donny Bayu Setiawan.
Konsolidasi kader DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro di aula kantor setempat, Senin (9/12/2019), begitu istimewa yang dihadiri langsung sekretaris jenderal (sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Pasalnya Sekjen pusat partai Banteng tersebut ingin memperkuat seluruh kader partai.
Pasca pelantikan pengurus baru DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro 2019-2024, pengurus berkomitmen akan lebih mensolidkan partai. Selain itu partai berlambang banteng di Kota Ledre ini juga ingin bersinergi dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Beberapa nama calon ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro, sudah mengerucut yang akan diusulkan ke DPP melalui DPD. Donny Bayu Setiawan memastikan mendorong Budi Irawanto yang akrab dipanggil Mas Wawan, tetap menjadi ketua partai berlambang Banteng di Kota Ledre.
Bung Karno pemimpin yang menang. Figurnya komplit. Ia membakar kesadaran politik massa, penggali Pancasila, memerdekakan bangsa. Ia berhasil mendirikan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dengan segenap daya dan upaya ia pimpin Republik untuk mempertahankan kemerdekaan.
Pagi setelah waktu Subuh, 23 Februari 1949, pasukan Letda Soetjipto yang sedang beristirahat di rumah Sadir, seorang tokoh masyarakat di Senori dikejutkan dengan informasi: pasukan Belanda sudah masuk wilayah Kecamatan Senori dengan personil dan senjata lengkap.