Pilkada Bojonegoro 2018
Pabwaskab Imbau Banner Paslon Jauh dari Sekolah
Sesuai Perbup Nomor 31 Tahun 2017 tentang lokasi yang dilarang untuk atribut. Banner sosialisasi minimal harus berjarak lebih dari 10 meter dari sekolah.
Sesuai Perbup Nomor 31 Tahun 2017 tentang lokasi yang dilarang untuk atribut. Banner sosialisasi minimal harus berjarak lebih dari 10 meter dari sekolah.
Sejumlah ibu-ibu duduk di kursi yang tertata melingkar. Sesekali bercanda, namun tangannya masih sibuk merajut. Dari yang tidak pernah kenal sama sekali, hingga enjoy dan bisa menikmati hasil rajutan. Mereproduksi barang bekas menjadi barang layak jual.
Setelah pendaftaran Bakal Calon Bupati (Bacabup) dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), suara nyaring terkait dengan latar belakang pasangan terdengar di masyarakat. Bahkan, tidak sedikit yang menyoroti lahir Bojonegoro atau tidak.
Memasuki tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bojonegoro, pengawas pemilu terus memelototi seluruh proses tahapan, seperti saat Petugas Pemilu Lapangan (PPL) yang melaksanakan pemutakhiran data pemilih.
Keberadaan pohon pisang yang ditanam ditengah jalan Penghubung Desa Semanding menuju ke Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Minggu (21/1/2018) dini hari kemarin, oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya, membuat warga yang biasa melintas kaget.
Bakal Calon Bupati (Bacabup) maupun Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) yang telah mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) semakin aktif bergerilya ke bawah. Termasuk ke komunitas-komunitas masyarakat, tidak terkecuali Pondok Pesantren (Ponpes).
Jalan penghubung antar Desa Semanding- Sambiroto Kecamatan Kapas ditanami pohon pisang oleh orang yang tidak dikenal. Pasalnya, sehari sebelumnya tidak ada tanaman pisang di tengah jalan yang sudah berpaving itu.
Sudah menjadi hal yang seakan lumrah jika kaum perempuan mempublikasikan tentang tipe-tipe lelaki yang harus dijauhi.
Berbagai dukungan datang dari tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren, untuk Anna Muawanah menjadi pemimpin Bupati Bojonegoro 2018-2023. Termasuk KH Ubaidillah Faqih yang akrab disapa Gus Ubed dari Pondok Pesantren Langitan, Kabupaten Tuban memberikan dukungan dan mendoakan Bunda Anna.
Tahun politik pada 2018 ini, dampaknya mulai dirasakan para pengusaha konveksi yang ada di Bojonegoro. Meski belum banyak orderan yang masuk pada awal tahun ini untuk cetak kaos atau brosur para bakal calon yang akan ikut bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) baik Pemilihan Bupati Bojonegoro maupun Gubernur Jawa Timur, tapi para pengusaha memprediksi omset yang diterima akan naik mendekati pesta demokrasi tahun ini.