#blokBojonegoroTV
Salah Faham, Klarifikasi Kakek yang Diusir Karena Beda Pilihan Calon Kades
Salah Faham, Klarifikasi Kakek yang Diusir Karena Beda Pilihan Calon Kades
Salah Faham, Klarifikasi Kakek yang Diusir Karena Beda Pilihan Calon Kades
Polemik pengusiran yang menimpa Dul Ngali, kakek berusia 80 tahun asal Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro pagi tadi, Selasa (21/1/2020), mendapat klarifikasi dari sang keponakan, yaitu Suwarni.
Dul Ngali hanya bisa menghela nafas. Kakek berusia 80 tahun ini hanya bisa pasrah, saat diusir dari rumah oleh keponakannya lantaran diduga beda pilihan pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro yang akan digelar pada 19 Februari 2020 mendatang.
Sebanyak 5 bakal calon kepala desa dinyatakan gugur, setelah tidak lolos dalam seleksi administrasi yang dilakukan oleh masing-masing panitia desa dan ada yang mengundurkan diri.
233 desa di Kabupaten Bojonegoro akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (pilkades) serentak pada 19 Februari 2020.
Jajaran Forkopimda dan Polres Bojonegoro hari ini menggelar Deklarasi Damai jelang Pilkades serentak, serta Apel Pasukan Mantap Praja Angling Dharma dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana.
Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang III di Kabupaten Bojonegoro bakal dilaksnakan bulan Februari 2020 mendatang. Dalam Pilkades tersebut ada pula Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ikut mencalonkan diri untuk mendaftar sebagai Calon Kepala Desa.
Dinas Pendidikan dan Kemenag Bojonegoro, mengklaim bahwa pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) gelombang III Februari 2020 mendatang tidak ada ASN dilingkupnya yang mendaftar ikut pada pencalonan Bakal Kepala Desa (Bacakades).
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro menyatakan kesiapannya untuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Gelombang III 2020 yang akan digelar secara serentak pada 19 Februari mendatang.