Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Upaya internasionalisasi pendidikan tinggi terus diperkuat IKIP PGRI Bojonegoro melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yayasan UMPSA yang menaungi Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring global sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Penandatanganan MoU berlangsung di Yayasan Mannah dan difasilitasi oleh Ademos Indonesia bersama PC PMII Bojonegoro. Kolaborasi ini dirancang untuk menghadirkan program-program sinergis yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kompetensi global mahasiswa, serta pengembangan kapasitas dosen melalui kerja sama akademik berkelanjutan.
Rektor IKIP PGRI Bojonegoro, Dr. Junarti, M.Pd., menjelaskan bahwa implementasi awal dari kerja sama tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Kembara Mobiliti yang berpusat di Desa Dolokgede.
"Sebanyak 15 delegasi Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan berkunjung ke Indonesia dan tinggal bersama masyarakat lokal. Mereka difasilitasi oleh Yayasan Mannah, Ademos Indonesia, dan PC PMII Bojonegoro, serta didampingi mahasiswa dari tiga kampus di Bojonegoro, yakni IKIP PGRI Bojonegoro, UNUGIRI, dan UNIGORO," ujarnya.
Program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa Malaysia untuk mengenal budaya lokal sekaligus membangun interaksi lintas budaya secara langsung. Pada lawatan kedua, UMPSA juga dijadwalkan berkunjung ke IKIP PGRI Bojonegoro dalam kegiatan Academic Exchange Session. Dalam sesi ini, mahasiswa UMPSA akan mengikuti pembelajaran langsung bersama dosen IKIP PGRI Bojonegoro.
Academic Exchange Session tidak hanya menghadirkan transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang dialog akademik lintas budaya yang memperkaya perspektif global mahasiswa dari kedua negara.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kelembagaan dan Kerja Sama, Dr. Dwi Erna Novianti, M.Pd., menegaskan komitmen kampus dalam mengoptimalkan kolaborasi internasional.
"Pada tahun 2026, IKIP PGRI Bojonegoro akan menginisiasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia yang melibatkan mahasiswa dari seluruh program studi untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan internasional," terangnya.
Ia menambahkan, melalui program tersebut mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi interkultural, kepemimpinan global, serta sensitivitas sosial dalam konteks masyarakat multikultural.
Kerja sama ini diharapkan menjadi katalisator transformasi IKIP PGRI Bojonegoro menuju perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Dengan sinergi yang terbangun, kedua institusi optimistis dapat melahirkan berbagai program kolaboratif yang berkontribusi bagi pengembangan pendidikan tinggi di tingkat regional maupun internasional. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published