Oleh: Kiai Ahmadi Ilyas*
blokBojonegoro.com - Salat Witir, menurut mayoritas ulama' hukumnya sunnah yang sangat ditekankan (sunnah muakkadah). Ia menjadi penutup salat malam seorang muslim. Berbeda dengan mayoritas ulama', madzhab Hanafi berpandangan bahwa Salat Witir hukumnya wajib.
Anjuran melakukan Salat Witir bukan hanya di bulan Ramadan seusai Salat Tarawih, tapi juga di hari-hari lainnya. Bahkan, kesunahannya lebih utama dari seluruh salat sunah rawatib.
Dalam sebuah Hadits, Rasulullah SAW bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ»
Artinya: “Sesungguhnya Allah itu Maha Ganjil dan mencintai yang ganjil.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
Ini menunjukkan keutamaan dan kedudukan istimewa Salat Witir. Kata Witir berarti “ganjil”. Disebut Witir, karena jumlah rakaatnya ganjil: satu, tiga, lima, tujuh dan seterusnya.
Minimal Salat Witir satu rakaat, dan maksimalnya adalah sebelas rakaat. Dalam kitab Fathul Mu'in, Syekh Zainuddin Al-Malibari menjelaskan:
وأقله ركعة) وإن لم يتقدمها نفل من سنة العشاء أو غيرها. قال في المجموع: وأدنى الكمال ثلاث، وأكمل منه خمس فسبع فتسع، (وأكثره إحدى عشرة) ركعة
Artinya: “Minimal salat witir adalah satu rakaat, meskipun tidak didahului salat sunah berupa salat sunah (ba’diyah) Isya’ atau salat sunah lainnya. Imam An-Nawawi berkata dalam kitab Al-Majmu’: “Jumlah rakaat yang mendekati sempurna adalah tiga rakaat, dan jumlah yang paling sempurna adalah lima, tujuh, , lalu sembilan rakaat. Adapun jumlah maksimal rakaatnya adalah 11 rakaat
Waktu Pelaksanaan
Witir dikerjakan setelah Salat Isya hingga terbit fajar (masuk waktu Subuh). Bagi yang yakin bisa bangun malam, dianjurkan mengerjakan Witir di akhir malam, karena itu lebih utama. Namun bagi yang khawatir tidak bangun, maka sebaiknya Witir sebelum tidur.
Karena jumlah rakaatnya Salat Witir itu ganjil, maka tata cara Salat Witir memiliki ketentuan sendiri. Ada dua cara yang diajarkan, bila dikerjakan lebih dari satu rakaat.
Pertama, dengan cara washal (menyambung) yaitu
tiga rakaat, langsung dengan satu salam (tanpa duduk tahiyat awal menurut sebagian riwayat).
Bisa juga lima, tujuh, atau sembilan rakaat dengan satu salam di akhir. Atau dengan duduk tahiyyat awal yang diletakkan pada rakaat sebelum duduk tahiyyat akhir .
Hal ini seperti yang ditegaskan dalam kitab Hasyiyah al-Bujairami ala al-Manhaj:
ـ (ولمن زاد على ركعة) في الوتر (الوصل بتشهد) في الأخيرة (أو تشهدين في الأخيرتين) للاتباع في ذلك رواه مسلم ، والأول أفضل ، ولا يجوز في الوصل أكثر من تشهدين ، ولا فعل أولهما قبل الأخيرتين لأنه خلاف المنقول من فعله صلى الله عليه وسلم
Artinya: "Bagi orang yang melaksanakan witir lebih dari satu rakaat maka boleh baginya untuk menyambung witir dengan satu tasyahud di akhir rakaat atau dua tasyahud di dua rakaat terakhir. Hal ini berdasarkan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Namun, praktik yang pertama (satu tasyahud) lebih utama. Dalam menyambung rakaat dilarang lebih dari dua tasyahud dan juga tidak boleh melakukan awal dari dua tasyahud sebelum dua rakaat terakhir, sebab praktik demikian tidak pernah ditemukan dalam shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Syekh Sulaiman al-Bujairami, Hasyiyah al-Bujairami ala al-Manhaj, juz 3, hal. 152)
Meskipun Salat Witir dengan cara washal itu diperbolehkankan, namun hal itu di makruhkan sebab menyerupai salat magrib.
Sebagaimana Hadits Nabi SAW:
ولا تشبهوا الوتر بصلاة المغرب
Artinya: "Janganlah kalian menyerupakan salat witir dengan salat magrib."
Yang kedua, dengan di fashal ( dipisah) melaksanakan dengan dua salam. Dua rakaat salam, dua rakaat salam dan satu rakaat salam. Ini cara yang lebih utama dibandingkan cara pertama.
Mayoritas masyarakat yang melaksanakan Salat Witir dengan tiga rakaat pada bulan Ramadan, mereka melaksanakan dengan cara fashal (memisahnya dengan salam pada rakaat kedua, lalu berdiri lagi melanjutkan satu rakaat). Dan jika dilakukan pada tanggal lima belas hari terakhir di bulan Ramadan, para ulama sepakat tentang kesunnahan membaca doa qunut pada rakaat terakhir Salat Witir. [mad]
*Dewan perumus LBM PCNU Bojonegoro dan Ketua LBM PC KESAN LANGITAN Bojonegoro
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published