Januari, Blangko e-KTP Kurang 49.097 Keping
Kekurangan blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Bojonegoro pada bulan Januari 2018 mencapai 49.097 keping.
Kekurangan blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Bojonegoro pada bulan Januari 2018 mencapai 49.097 keping.
Jumlah pemohon pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) pada awal tahun 2018 ini masih ramai.
Sosialisasi tentang bahaya seks bebas kepada remaja khususnya bagi pelajar akan dilakukan oleh pihak Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP). Namun, pihaknya akan menunggu penetapan anggaran 2018 bila tidak ada pengepresan lagi.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bojonegro berhasil menggrebek pasangan bukan suami istri, di Kamar Kos dekat Mes Persibo, Kamis (4/1/2018) pagi tadi.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bojonegoro terus berupaya menciptakan ketertiban masyarakat. Termasuk melakukan razia di beberapa lokasi dan tempat kos di Kota Ledre, Rabu (3/1/2018) malam.
Ramainya pemohon untuk mengambil e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) membuat warga antre hingga berdesak-desakan. Hal itu diperparah dengan tidak adanya petugas pengatur antrean.
Sebanyak 985.294 warga di Kabupaten Bojonegoro sudah ikut melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), jumlah itu terhitung hingga 28 Desember 2017.
Menjelang akhir tahun 2017, ruang layanan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Bojonegoro penuh sesak. Sebab pengambil Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang sudah dicetak membludak.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Senin (4/12/2017), melakukan penertiban banner atau spanduk yang dipasang menyalahi aturan di sejumlah jalan yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bojonegoro menilai kesadaran untuk memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) bagi para pemula masih minim. Hal ini menghambat pencetakan e-KTP bagi mereka.