Masih Kokoh, Waduk Pacal Peninggalan Penjajah Belanda
Agustus adalah bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sebab tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka dari penjajah.
Agustus adalah bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sebab tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka dari penjajah.
Penyusutan debit air di bendungan Waduk Pacal, yang berada di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang terlihat jelas saat kemarau tahun ini.
Surutnya debit air Waduk Pacal saat musim kemarau tahun ini, dimanfaatkan sebagian warga sekitar untuk berburu ikan.
Selain ada wisata Sendang Grogolan, di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, juga terdapat wisata kebun pembibitan pohon milik Perhutani.
Memasuki musim kemarau, debit air yang berada di Waduk Pacal, turut Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, mulai mengalami penurunan.
Pengunjung Wisata Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayanag, Bojonegoro hanya ramai saat akhir pekan. Tampak di lokasi beberapa pengunjung tengah menikmati indah dan sejuknya suasana waduk .
Sebagai daerah penyandang kawasan agropolitan bersama dengan dua kecamatan lainnnya,Yakni Kecamatan Kapas dan Kalitidu, Kecamatan Dander akan membuka wisata baru berbasis kebun buah di Desa Kunci dan Desa Sumberarum.
Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu:
Setelah diresmikan untuk dibuka bagi khalayak umum pada 1 Januari 2015 tahun lalu, destinasi wisata Negeri Atas Angin, yang terletak di Desa Deling, Kecamatan Sekar hingga kini belum dilengkapi sarana untuk Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan musala.
Untuk menambah wahana yang ada di Wisata Negeri Atas Angin, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Deling, Kecamatan Sekar sebagai pengelola akan berkoordinasi dengan pengelola wisata dari Malang. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung.