Skip to main content

Category : Tag: Ab


Bupati Bojonegoro Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo

Prestasi Kabupaten Bojonegoro di sektor pertanian mendapat pengakuan nasional. Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menerima tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan pertanian serta ketahanan pangan nasional.

Stiker Miskin di Bojonegoro

Upaya Validasi Data Kemiskinan, 97 Persen Rumah KPM Sudah Tertempel Stiker Miskin

Pemasangan stiker miskin bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Bojonegoro hampir tuntas. Yakni telah mencapai 97 persen dari 50.987 rumah KPM. Kebijakan Pemkab Bojonegoro ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan validasi, verifikasi, serta akurasi data kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro.

Embung Pertanian di Bojonegoro

Inilah 23 Titik Embung se Bojonegoro yang Dinormalisasi

Sebanyak 23 titik embung (waduk kecil) yang tersebar di berbagai desa di Kabupaten Bojonegoro, kondisi tampungannya telah kembali berfungsi secara optimal dan rampung dinormalisasi.

Gudang Penyimpanan Solar di Bojonegoro Terbakar, 8.000 Liter Hangus

Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan bahan bakar minyka (BBM) jenis solar di Desa Bulaklo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (6/1/2026). Gudang tersebut diketahui menyimpan sekitar 8.000 liter solar, sehingga api dengan cepat membesar dan memicu kepanikan warga sekitar.

Tanya Jawab Fiqih

Tips Menghindari dari Makanan Tak Halal

Berkaitan dengan makanan, perkara haram ada yang bersifat dzati dan ada yang bersifat aridhi. Makanan yang haram secara dzati adalah makanan yang sudah tetapkan syariat perihal keharamannya. Sedangkan, makanan haram bersifat aridhi adalah makanan yang haram karena cara memperolehnya, seperti yang diperoleh dari usaha menipu, mencuri, dan sebagainya.

Kolom

Potret Desa di Tengah Tekanan Anggaran

Tahun 2026 belum genap berumur panjang, tetapi rasa pening sudah lebih dulu menyergap banyak kepala desa. Bukan karena begadang, bukan pula karena cuaca yang tak menentu, melainkan karena satu hal yang sama-sama mereka pegang di meja kerja: angka Dana Desa yang menurun drastis. Dana yang selama ini menjadi sandaran pembangunan desa kini terasa kempis. Bahkan di banyak tempat, bukan sekadar turun, melainkan seperti terjun bebas. Maka, tanpa dikomando, lahirlah istilah yang beredar dari balai desa ke warung kopi: 2026 adalah tahun pusing nasional para kepala desa.