Tetap Waspada, Meski Kasus DB di Bojonegoro Belum Jadi KLB
- Kasus Demam Berdarah (DB) di Kabupaten Bojonegoro belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Meski demikian, masyarakat Bojonegoro tetap diminta waspada.
- Kasus Demam Berdarah (DB) di Kabupaten Bojonegoro belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Meski demikian, masyarakat Bojonegoro tetap diminta waspada.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro (Dinkes) telah membagikan 900 kilogram (kg) larvasida serbuk (abate) dan 24.560 botol larvasida cair (pengadaan tahun lalu) ke seluruh Puskesmas yang ada di Kota Ledre.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro bakal menambah mesin fogging, bahan kimia dan pupuk untuk menanggulangi penyebaran penyakit Demam Berdarah (DB) di Kota Ledre.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro berharap politik anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) Migas pro dengan rakyat. Pasalnya, masyarakat daerah penghasil harus sejahtera.
Rincian alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Migas Povinsi/Kabupaten/Kota tahun anggaran (TA) 2019 sudah keluar. Besaran DBH Migas Kabupaten Bojonegoro tertinggi se-Jawa Timur (Jatim).
Rincian alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Migas Povinsi/Kabupaten/Kota tahun anggaran (TA) 2019 sudah keluar. Nah, nilai DBH Migas Kabupaten Bojonegoro tertinggi se Jawa Timur.
Sempat menjadi kecamatan tertinggi dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) se-Bojonegoro pada pertengahan Januari lalu, saat ini angka penderita yang terjangkit DBD di Kecamatan Sumberrejo masih terbilang cukup tinggi.
Masyarakat Kabupaten Bojonegoro saat ini sedang waspada penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Lantaran untuk bulan Januari 2019 saja ada 211 kasus DB, empat orang diantaranya meninggal akibat gigitan nyamuk yang membawa virus dengue.
Penyakit demam berdarah dengue ( DBD) menjadi ancaman di berbagai wilayah Indonesia akhir-akhir ini. Hujan dengan intensitas tinggi turut menambah risiko penyebaran penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti ini.
Demam Berdarah Dengue (DBD) memang tidak asing lagi di telinga kita, khususnya masyarakat Bojonegoro. Sudah banyak pula tindakan yang dilakukan untuk memberantas penyakit ini. Seperti halnya yang dilakukan Puskesmas dan Karang Taruna Desa Sukorejo Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro ini.