Waspada! DBD Semakin Mengganas, 3 Orang Meninggal
Cuaca yang tak menentu dalam beberapa pekan terakhir berdampak penyebaran penyakit Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Bojonegoro.
Cuaca yang tak menentu dalam beberapa pekan terakhir berdampak penyebaran penyakit Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Bojonegoro.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro mencatat hingga memasuki bulan Oktober 2018, sudah tercatat sedikitnya 5 warga di Kota Ledre meninggal dunia akibat terserang demam berdarah dengue (DBD).
Dalam perumusan kebijakan fiskal ketika Pemerintah bersama DPR-RI menyusun R-APBN untuk tahun mendatang, yang sesuai konvensi biasanya diawali dengan Pidato Pengantar Nota Keuangan R-APBN oleh Presiden kepada DPR-RI pada tanggal 16 Agustus, lazimnya Pemerintah mengusulkan kepada DPR-RI beberapa asumsi dasar dalam R-APBN yakni : prognosa lifting per hari, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price / ICP) dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (kurs). Bagi daerah yang tidak ditetapkan dalam kategori sebagai daerah penghasil migas, asumsi-asumsi makro itu tidaklah terlalu menjadi perhatian, karena hanya akan berpengaruh dalam capaian target penerimaan Negara bukan pajak (PNBP) bagi Pemerintah, dan tidak ada pengaruh signifikan terhadap penerimaan daerah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah menerima transferan Dana Bagi Hasil (DBH) migas triwulan ke III sebesar Rp403 miliar.
Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang diterima Kabupaten Bojonegoro sampai pada triwulan tahun 2018 ini mencapai angka Rp942 miliar.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SMA/SMK segera dilaksanakan pada Senin (16/7/2018) mendatang. Namun yang bertindak sebagai panitia MPLS nanti adalah guru, bahkan melarang saat acara masa pengenalan sekolah itu siswa senior ikut terlibat, hal itu untuk mengantisipasi perpeloncoan saat MPLS berlangsung.
Tidak terpenuhinya pagu sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Kabupaten Bojonegoro, dinilai ada beberapa faktor, salah satunya ada pergeseran siswa yang mana lebih memilih sekolah yang banyak memberikan ilmu agama. Selain pandai dibidang akademik, orang tua siswa ingin anaknya juga pandai dibidang agama.
Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, kembali pendaftaran penerimaan siswa baru, hari ini Jumat (13/7/2018) secara offline bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang pagunya belum terpenuhi selama satu hari. Pasalnya SMP yang sudah terpenuhi pagu siswa hanya ada 12 SMP dan yang belum terpenuhi pagunya ada 37 SMP
Di Bojonegoro, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kekurangan pagu siswa tidak hanya terjadi pada SMP saja, namun juga terjadi pada jenjang SMA. Kekurangan tersebut terjadi di SMA yang berada di daerah pinggiran kota Bojonegoro.
Setelah proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditutup pada 6 Juli, Senin (9/7/2018), masing-masing sekolah mengumumkan hasil seleksi PPDB.