Skip to main content

Category : Tag: Dek


Deklarasi Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP)

Polri dan Kapolda Jatim Ikut Apel Deklarasi BKP

Dalam rangka menciptakan kedamaian antar Perguruan Silat yang ada di Kota Ledre, Selasa (3/10/2017), Polres Bojonegoro menggelar Apel Besar Deklarasi Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) di lapangan Alun-alun kota Bojonegoro.

Dekopinda Kuatkan Kapasitas Koperasi di Bojonegoro

Keberadaan koperasi di Kabupaten Bojonegoro perlu ditingkatkan dengan penguatan kapasitas kelembagaan. Sehingga Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bojonegoro mengadakan kegiatan fasilitasi atau temu usaha bagi koperasi yang punya usaha sektor riil di kantor Dekopinda setempat.

PMII Cendekia Bojonegoro Gelar Seminar Kemahasiswaan

Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cendekia Bojonegoro menggelar seminar Kemahasiswaan di pathernership room lantai 4 gedung Pemkab Bojonegoro, Sabtu (23/9/2017).

Ratusan Warga Ikuti Sedekah Bumi di Desa Mulyoagung

Bertempat di sekitar area makam Dusun Ngangkatan, Desa Mulyoagung, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Senin (18/9/2017), ratusan warga setempat berbondong-bondong mendatangi makam tersebut untuk menggelar sedekah bumi.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (23)

Pertempuran Penghabisan Letda Soetjipto

Pagi setelah waktu Subuh, 23 Februari 1949, pasukan Letda Soetjipto yang sedang beristirahat di rumah Sadir, seorang tokoh masyarakat di Senori dikejutkan dengan informasi: pasukan Belanda sudah masuk wilayah Kecamatan Senori dengan personil dan senjata lengkap.

Kesenian Angklung Hibur Warga Desa Lengkong

Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-72, warga RT.06/RW.01 Desa Lengkong, Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro mendatangkan kesenian angklung, Rabu (23/8/2017) malam. Ratusan warga setempat memadati lingkungan untuk menyaksikan hiburan yang jarang ditampilkan di Kota Ledre itu.

Masyarakat Bentangkan Bendera Raksasa di Bengawan

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-72, di Kabupaten Bojonegoro ada pemandangan yang berbeda. Sebab, selain melakukan upacara di Taman Bengawan Solo (TBS), masyarakat tepi bengawan juga membentangkan bendera raksasa di sungai terpanjang di pulau jawa.

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (3)

Tuban Dikuasai Musuh Kepemerintahan Diserahkan Militer

Sebagai pintu masuk pendaratan Agresi Militer Belanda ke-II melalui jalur laut, pusat kota yang berjarak hanya 30 kilometer di sisi timur Pantai Glondongede, Tambakboyo, dengan cepat dikuasai pasukan kompeni. Pusat pemerintahan Tuban sempat dipindah beberapa kali demi menjaga kedaulatan dan kemerdekaan.

Serpihan Agresi Militer II di Tuban-Bojonegoro (1)

Pengintai Kapal Belanda di Tuban

Pantai Glondonggede berjarak sekitar 30 kilometer di sisi barat pusat pemerintahan Kabupaten Tuban, dan masuk wilayah administratif Wedana Tambakboyo (sekarang Kecamatan Tambakboyo). Bentang pantai yang cukup panjang dengan kondisi yang relatif sepi dibanding pantai yang berada di pusat kota, lebih memungkinkan pasukan marinir Belanda mendarat tanpa mendapat gangguan dari pasukan gerilya.

Cerita Perjuangan Kemerdekaan

Agresi Militer II dari Tuban Sampai Bojonegoro

Perjuangan sebelum dan sesudah teks proklamasi kemerdekaan dibacakan selalu menarik diceritakan ulang. Setiap daerah, termasuk Kabupaten Tuban dan Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, mempunyai tokoh-tokoh lokal dengan cerita heroisme sendiri-sendiri.