Jelang Idul Adha, Harga Cabai di Sekar Malah Turun
Petani cabai di Kecamatan Sekar merasa gelisah. Sebab, menjelang Lebaran Idul Adha harga cabai malah mengalami penurunan.
Petani cabai di Kecamatan Sekar merasa gelisah. Sebab, menjelang Lebaran Idul Adha harga cabai malah mengalami penurunan.
Menjelang perayaan Idul Adha 1439 Hijriah 22 Agustus mendatang, harga hewan kurban di Pasar Hewan di Kabupaten Bojonegoro mulai merangkak naik. Bahkan kenaikan tersebut sudah mencapai jutaan rupiah baik untuk jenis kambing maupun sapi.
Sempat melambung tinggi, harga telur di pasar tradisional di Bojonegoro, kini berangsur turun. "Minggu lalu, rata- rata di tiap pasar naik hingga Rp22.000 sampai Rp26.000 per kilogramnya, namun kini turun menjadi Rp20.000 per kilogramnya, " terang pedagang telur di Pasar Kapas, Lasmi, Senin (6/8/2018).
Sebagian petani di Kecamatan Sekar mulai panen cabai. Hal itu pun menjadi berkah tersendiri bagi patani di sana, sebab, saat ini harga cabai mulai merangkak naik.
Mahalnya harga daging ayam potong belum juga teratasi hingga saat ini. Buktinya, menjelang Idul Adha, harga ayam potong masih sekitar Rp40 ribu perkilogram.
Harga jual emas atau logam mulia di akhir pekan ini, Sabtu (21/7/2018), dibuka dengan harga naik Rp5.000/gram, sedangkan untuk harga pembelian kembali dibuka dengan harga tetap yaitu di angka Rp566.000 per gram.
Selain telur yang harganya melambung, daging ayam juga mengalami kenaikan harga bahkan perkilogramnya sempat mencapai Rp37.000. Meski begitu, harga daging ayam kini sudah mulai turun.
Harga telur yang beberapa minggu sempat menyentuh angka 28.000, berangsur turun sebesar Rp2.000. Dengan penurunan harga yang terjadi pedagang dan pembeli pun bersyukur.
Melambungnya harga telur saat ini, yang mencapai Rp26.000-28.000 per kilogramnya sempat membuat kaget Dinas Ketahanan Pangan Bojonegoro. Sebab, biasanya naiknya harga terjadi saat momen-momen tertentu seperti Lebaran atau Natal.
Harga kebutuhan pokok seperti telur di pasar tradisional Kabupaten Bojonegoro melonjak naik dalam satu pekan terakhir. Pedagang mengaku kenaikan harga telur ras diduga faktor adanya kenaikan dari distributor. Selain itu juga karena permintaan telur ke kota-kota besar dan luar Jawa meningkat.