KKN-TK 07 Unigoro Hadirkan Solusi Ramah Lingkungan Lewat 16 Titik Biopori di Desa Pragelan
Mahasiswa KKN TK 07 menyosialisasikan pengadaan biopori ke warga Desa Pragelan, Kecamatan Gondang (Foto: istimewa)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 07 Universitas Bojonegoro (Unigoro) mengimplementasikan teknologi lubang resapan biopori di Desa Pragelan, Kecamatan Gondang, sebagai upaya mitigasi genangan air sekaligus pengelolaan sampah organik.

Program tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Kamis (30/7/2026) dan Jumat (31/7/2026), dengan menyasar lima dusun di Desa Pragelan. Sebanyak 16 titik lubang resapan biopori dipasang di sejumlah lokasi yang dinilai rawan mengalami genangan saat musim hujan.

Penentuan titik pemasangan dilakukan berdasarkan hasil observasi lapangan dan masukan dari masyarakat. Mayoritas lubang biopori dibuat di pekarangan rumah yang berada di dataran rendah dan sering tergenang ketika hujan deras.

Selain meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, lubang biopori juga dimanfaatkan sebagai media pengolahan sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya untuk mendukung sektor pertanian.

Dalam proses pembuatannya, mahasiswa menggunakan instalasi pipa PVC berdiameter 4 inci. Setiap lubang digali dengan kedalaman sekitar 50 hingga 60 sentimeter, yang dinilai efektif untuk membantu penyerapan air hujan ke dalam pori-pori tanah.

Perwakilan Mahasiswa KKN-TK 07, Mohammad Hafid Muhtadin, mengungkapkan teknologi biopori merupakan langkah sederhana yang diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.

"Aksi nyata hari ini untuk satu lubang biopori, sejuta manfaat untuk bumi, bumi yang lebih sehat esok hari," ungkap Hafid.

Ia menambahkan, lubang biopori bukanlah solusi utama untuk mencegah banjir, melainkan salah satu upaya sederhana dalam meningkatkan kemampuan tanah menyerap air sekaligus mengurangi penumpukan sampah organik.

Melalui program tersebut, Hafid berharap masyarakat dapat menerapkan pemanfaatan lubang resapan biopori secara berkelanjutan. Dengan demikian, lingkungan Desa Pragelan diharapkan menjadi lebih bersih, risiko genangan air saat musim hujan dapat berkurang, serta kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan terus meningkat. [riz/mad]