Babi Hutan Masuk Kampung Diduga Karena Kehausan
Babi hutan yang memasuki kampung warga di Dusun Kedungkeris, Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro diduga karena kehausan atau kelaparan.
Babi hutan yang memasuki kampung warga di Dusun Kedungkeris, Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro diduga karena kehausan atau kelaparan.
Warga Dusun Kedungkeris, Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro digegerkan dengan adanya babi hutan yang berkeliaran di jalan desa. Sontak saja, hal ini membuat was-was warga setempat dan langsung berusaha menangkapnya.
Tim penanggulangan keadaan darurat PT Pertamina EP Asset 4 Cepu Field membantu memadamkan kebakaran hutan di area Ledok Blora.
Dalam kurun waktu delapan bulan, tepatnya Januari hingga Agustus 2018, di wilayah Kabupaten Bojonegoro telah terjadi 79 kebakaran. Terbanyak, api membakar rumah milik warga di Kota Ledre.
Kabupaten Bojonegoro merupakan salah wilayah yang banyak terdapat hutan jati dan rawan terbakar. Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di saat musim kemarau, Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli bersama anggota melaksanakan patroli secara intensif ke kawasan hutan.
Musim kemarau rawan terjadi kebakaran, termasuk di kawasan hutan. Data BPBD Bojonegoro mencatat sejak Januari 2018 hingga sekarang, tercatat 41 kejadian. Dari jumlah itu 4 diantaranya adalah kebakaran hutan.
Kebakaran hutan masih sering terjadi. Bahkan, Jumat (20/7/2018) hari ini pihak Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Bojonegoro menerima laporan kebakaran di KPRH Ringinanom turut Desa Setren, Kecamatan Ngasem. Kebakaran hutan menghanguskan tanaman jati di daerah setempat.
Saat musim kemarau seperti sekarang ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terlebih bagi warga yang tinggal di pinggiran hutan.
Bagi anda yang melintas di jalan Poros Utama Kecamatan (PUK) Bubulan-Sekar harus berhati-hati. Pasalnya, saat ini sering terjadi kebakaran hutan di daerah tersebut.
Kebakaran terjadi di gudang milik Agus Mulyanto (43) warga Desa Padangan, Rt 2/Rw 1, Kecamatan Padangan, Bojonegoro. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.