Skip to main content

Category : Tag: Ikip Pgri Bojonegoro


IKIP PGRI Bojonegoro

Etnomatematika: Wisata dan Budaya Bojonegoro dalam Perspektif Matematika

Etnomatematika merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang mengaitkan antara matematika dan budaya. Pendekatan ini memandang bahwa konsep dan praktik matematika tidak hanya bersumber dari sistem formal di sekolah, tetapi juga berkembang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat melalui kebiasaan, simbol, aturan, hingga budaya.

HMP PPKn IKIP PGRI Bojonegoro Adakan Seminar Pendidikan Politik

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) PPKn IKIP PGRI Bojonegoro mengadakan Seminar Pendidikan Politik di Era Digitalisasi, dengan Mengambil tema 'Eksistensi Pemuda dalam Pendidikan Politik yang Kritis di Era Digitalisasi', Selasa (5/3/2024), bertempat di Auditorium IKIP PGRI Bojonegoro.

BDF Road to Campus 2023

MoA IKIP PGRI Bojonegoro dengan BMG

Pada program Bojonegoro Digital Forum yang dilaksanakan di IKIP PGRI Bojonegoro, Rabu (25/10/2023) dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) atau nota kesepahaman kerjasama antara kampus dengan Blok Media Grup.

Mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro Gelar Sosialisasi dan Buka Program OSDI

Mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Pecinta Alam Mahasiswa (IPAMA) menggelar sosialisasi dan launching program Omah Sampai Digital (OSDI) di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (6/7/2023).

8 Tim dari Kampus IKIP PGRI Bojonegoro Lolos Pendanaan DRTPM 2023

Sebanyak 4 tim IKIP PGRI Bojonegoro lolos proposal pendanaan Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Ristekdikti) tahun 2023.

Matematika sebagai Bahasa Sains Membentuk Argumen Bukti dan Komunikasi Data

Pemikiran sebuah dunia di mana setiap klaim ilmiah bisa diuji, dibuktikan, dan dipahami dengan jelas oleh siapa saja, tanpa harus menjadi ahli. Di dunia itu matematika tidak lagi sekadar rangkaian angka dan simbol, melainkan bahasa universal yang mempersenjatai kita untuk membaca kenyataan, menyusun argumen, dan membagikan temuan dengan cara yang dapat diverifikasi. Matematika menjadi alat utama dalam sains karena ia mengubah data menjadi narasi yang bisa diperdebatkan, disahkan, dan dipakai untuk mengambil tindakan nyata. Inilah inti dari gagasan bahwa matematika adalah bahasa sains membentuk argumen bukti dan komunikasi data.

Dari Hafalan Menuju Pemecahan Masalah Kelas yang Penuh Eksperimen

Di era data yang mengalir deras, sebuah kelas bisa berubah menjadi laboratorium ide tempat pertanyaan menggantikan hafalan. Di ruang itu guru tidak lagi sekadar menjadi pengingat rumus, melainkan fasilitator yang menuntun siswa merumuskan pertanyaan, merancang eksperimen sederhana, dan menilai hasilnya bersama. Satu jam pelajaran bisa terasa seperti sesi ilmiah yang hidup, bukan sekadar ritual menghafal yang membuat jiwa pembelajar kehilangan otonomi berpikir. Transformasi ini bukan sekadar perubahan teknik mengajar; ia menuntut kita menyusun ulang apa yang kita sebut pembelajaran bermakna.