Nakes Wisma Indah Raih Penghargaan Sanitasi Lingkungan Terbaik se-Jawa Timur
Prestasi membanggakan diraih tenaga sanitarian Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro, Azizah Mizan, yang mendapatkan penghargaan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.Â
Prestasi membanggakan diraih tenaga sanitarian Puskesmas Wisma Indah Bojonegoro, Azizah Mizan, yang mendapatkan penghargaan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.Â
Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah hadir sekaligus membuka kegiatan Seminar Pencegahan Stunting yang diselenggarakan RSUD Kepohbaru, Jum'at (8/7/2022). Turut hadir mendampingi bupati yakni dr. Ani Pujiningrum Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro.
Cabang Olahraga angkat besi benar-benar tampil luar biasa. Setelah hari pertama menyumbang 4 emas di hari kedua atau hari terakhir, Senin (27/6/2022) pertandingan angkat besi mampu menyumbang 3 emas, 4 perak serta 6 perunggu.
Kontingen dari Kabupaten Bojonegoro bertahan di urutan sepuluh besar, perolehan sementara medali di ajang pekan olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun 2022 pada hari kedua, Senin (27/6/2022).
Tim Sepakbola Porprov Kabupaten Bojonegoro membutuhkan poin penuh untuk bisa memastikan lolos ke babak delapan besar saat menghadapai lawan berat yakni Kota Surabaya, Senin (21/6/2022).
Kamis pagi (16/6/2022) Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah melepas atlet-atlet unggulan Kota Migas dari berbagai cabang olahraga di halaman Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, untuk mengikuti perhelatan akbar dua tahunan Pekan Olah Raga yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur Ke-VII Tahun 2022.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sarana Mandiri Desa Pejambon, Kecamatan Sumberrejo, sukses mewakili Kabupaten Bojonegoro dan berhasil masuk 12 besar penilaian lomba BUMDes Provinsi Jawa Timur Tahun 2022, yang diselenggarakan oleh Dinas PMD Provinsi Jawa Timur.
Sekilas bahwa malam kedua puluh sembilan ramadan atau dikenal Malam Sanga merupakan tradisi islam kejawen. Yaitu islam dengan tradisi Jawa yang sangat erat menyatu.
Kurmo Jowo, manisan yang terbuat dari Tomat ini, kini menjadi salah satu camilan khas di Bojonegoro saat bulan suci Ramadan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian Bahasa Jawa, Pemerintah Desa Wotan juga membentuk Sanggar 'Boso Jowo'. Sanggar ini sebagai upaya "uri-uri" dan memperkenalkan kepada anak-anak, pemuda dan seluruh masyarakat setempat serba-serbi Bahasa Jawa.