Pandemi Covid-19 tidak hanya mengancam kesehatan hingga jiwa, tapi juga perekonomian masyarakat, terlebih pengusaha kecil di perdesaan. Salah satu usaha yang terdampak pamdemi di Bojonegoro adalah pabrik Kurma Jawa di Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas.
Sebagaimana kata pepatah, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Tampaknya pepatah ini juga berlaku seiring dengan pergantian pemimpin di Indonesia. Setiap pemimpin baru, biasanya juga akan membuat sebuah kebijakan dan aturan-aturan yang baru, termasuk pergantian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang saat ini dijabat oleh Nadiem Makarim. Seusai mengusung konsep merdeka belajar dan menghapus Ujian Nasional, baru-baru ini Mendikbud yang baru membuat sebuah wacana mengenai penyederhanaan kurikulum sebagaimana yang tertuang dalam draft sosialisasi penyederhanaan kurikulum dan Assessment Nasional tertanggal 25 Agustus 2020.
Pasien sembuh dari Covid-19 per 19 Oktober 2020 bertambah sebanyak 4.094 kasus. Jumlah kumulatifnya kini sudah mencapai angka 305.100 kasus. Penambahan kesembuhan harian tertinggi masih berasal dari DKI Jakarta sebanyak 1.093 kasus dan kumulatifnya menembus angka 84.337 kasus.
Di Kabupaten Bojonegoro, kreasi tas rajut benar-benar menjamur. Dengan beraneka ragam pola rajut hingga bahan baku yang berbeda, harganya tergantung kualitas produksi.
Hari Raya Idul Adha menjadi berkah tersendiri bagi pengepul kulit hewan kurban. Salah satunya Sukarno, warga Desa Sengon, Kecamatan Ngambon, Bojonegoro.
Masjid Al Birru Pertiwi Kecamatan Dander di hari kedua Idul Adha 1441 H menyembelih 7 ekor sapi dan membagikan daging kurban tersebut ke 1.600 warga sekitar, para jemaah, anak yatim dan fakir miskin.