Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IKIP PGRI Bojonegoro menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2026. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat.
Mengangkat tema "Smart and Integrated Tourism for Sustainable Village Development", FGD menjadi ruang diskusi untuk menyelaraskan program Kuliah Kerja Mahasiswa dengan potensi serta kebutuhan pengembangan desa wisata di Kabupaten Bojonegoro, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Ardhian Orianto, Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro dan M. Amin Asrofin, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro.
Keduanya memaparkan materi seputar inovasi pembangunan daerah, strategi pengembangan desa wisata, hingga pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui forum ini, mahasiswa peserta KKM memperoleh pembekalan mengenai strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, pemanfaatan teknologi dalam pengembangan sektor pariwisata, serta penyusunan program kerja yang mampu memberikan dampak nyata bagi desa sasaran.
Rektor IKIP PGRI Bojonegoro, Junarti mengungkapkan, pelaksanaan FGD merupakan bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu menjalankan pengabdian kepada masyarakat secara optimal.
"Pelaksanaan FGD ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu melaksanakan KKM secara terarah, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Junarti.
Junarti berharap, para mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, namun menjadi agen perubahan yang mampu menggali potensi desa melalui pendekatan kolaboratif, khususnya dalam pengembangan pariwisata yang cerdas dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua LPPM IKIP PGRI Bojonegoro, Taufiq Hidayat mengatakan, FGD menjadi bekal awal bagi mahasiswa dalam menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"FGD KKM Tahun 2026 menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mahasiswa dalam menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Taufiq.
Melalui tema Smart and Integrated Tourism for Sustainable Village Development, lanjut Taufiq, pihaknya berharap mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang mendukung pengembangan desa wisata sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Kami berharap seluruh peserta KKM memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi lapangan sehingga mampu merancang program pengabdian yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan,” pungkas Taufiq. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published