Skip to main content

Category : Tag: Ma


Bupati-Wabup Bojonegoro 2018-2023

Demi Mengejar Liputan Bupati Perempuan Pertama

Pelantikan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dan Wakil Bupati Budi Irawanto terasa istimewa. Sebab, sejak awal berdirinya kabupaten ini, baru sekali ini bupati dijabat perempuan. Jadi Bu Anna menjadi ibu nomor satu pertama di Bumi Angling Dharma.

Rehab Total Pembagunan KUA Kasiman Dianggarkan Rp965 Juta

Rehab total Kantor Urusan Agama (KUA) tengah dilaksanakan oleh Kementrian Agama (Kemenag) Bojonegoro yang pada 2018 ini, yang pembagunan rehabnRehab total Kantor Urusan Agama (KUA) tengah dilaksanakan oleh Kementrian Agama (Kemenag) Bojonegoro yang pada 2018 ini. Pembagunan rehabnya dilakukan di KUA Kecamatan Kasiman, pengerjaannya pun kini sudah mencapai 47 %. ya dilakukan di KUA Kecamatan Kasiman, bahkan pengerjaannya pun kini sudah mencapai 47 %.

Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim

Jalan Panglima Polim Bojonegoro menjadi salah satu jalanan tersibuk. Jalan pangpol sendiri memang menjadi jalan utama yang dilalui untuk menuju beberapa sekolah SMA/SMK. Namun, jalan yang juga dilewati jalur kereta api ini banyak diresahkan pengguna jalan akibat sering terjadi macet. Meski saat ini sudah diterapkan peraturan bagi pengendara roda 4, tetap saja masih macet.

Siswa Semangat Lestarikan Lomba Olahraga Tradisional

Antusiasme peserta mengikuti lomba olahraga tradisional sangat kentara. Meski tengah terik matahari, tidak menyurutkan peserta bertanding menjadi juara pada lomba ini. Bahkan sebelum nampak beberapa peserta sebelum pertandingan melakukan pemanasan atau persiapan di tepi area lomba.

Dagongan..! Ayo Semangat

Para peserta lomba tradisional jenis dagongan semangat untuk menjatuhkan tim lawan. Permainan ini kebalikan dari tarik tambang. Tim saling dorong menggunakan media bambu untuk bertahan dan menjatuhkan lawannya.

Pasrah, Masuk Masa Panen, Harga Tomat Anjlok

Sebagian petani di Sekar tak bisa berbuat banyak, mereka terpaksa membiarkan tanaman tomat miliknya di lahan lantaran saat ini harganya anjlok. Bahkan, oleh para tengkulak hanya dibeli Rp500 per kilogram.