Sering kita temui, menjelang datangnya bulan suci Ramadan, ada fenomena khususnya di Jawa, kebanyakan umat Islam, berbondong-bondong mengunjungi kuburan atau makam orang tua, famili maupun kerabat.
Salat adalah tiang agama. Ritual ibadah yang tidak boleh di gantikan dengan apapun, atau oleh siapapun. Selama orang Islam masih berakal, tidak boleh meninggalkan salat dalam kondisi apapun. Begitu pentingnya salat, jika ditinggalkan maka wajib di qadha' di lain waktu.
Dalam banyak wilayah, fenomena pengurus masjid atau Takmir Masjid berencana melakukan renovasi total terhadap bangunan masjid, begitu marak terjadi. Padahal, secara fisik, bangunan masjid tersebut masih dalam kondisi kokoh dan layak digunakan untuk kegiatan ibadah.
Sore nanti, jamaah dari PCNU se Jawa Timur akan mulai menuju ke Mujahadah Kubro dalam rangkaian harlah 1 Abad NU di GOR Gajayana, Malang. Dari total peserta atau jamaah NU dari seluruh Jawa Timur data yang masuk sekitar 77.541. Informasi tersebut sesuai rekapitulasi penitia induk dari PWNU Jawa Timur.
Siang itu, beberapa hari menjelang Ramadan, kampung saya mulai ramai bukan karena pasar murah atau baliho diskon sirup, tetapi karena aroma apem, kolak, dan nasi berkat yang mengepul dari dapur-dapur. Ibu-ibu sibuk menata tampah, bapak-bapak menenteng rantang, anak-anak mondar-mandir sambil mencicipi “jatah bocoran.” Di kalender, hari itu belum puasa. Tetapi di rasa, kami sudah sedang mempersiapkan diri. Orang Jawa menyebutnya ruwahan atau megengan—sebuah tradisi menyambut Ramadan dengan doa, berbagi, dan menata batin.
Rombongan Jamiyyah Taman Sholaya Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro menggelar ziarah dan doa bersama di Kompleks Makam Sunan Ampel, Surabaya, dalam rangka peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama, Minggu (1/2/2026).
Seratusan peserta ziarah wali Jawa Timur hari ini mengikuti rombongan Jamiyyah Taman Sholaya Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (1/2/2026).
Doa Nisfu Sya’ban biasa dibaca pada malam ke-15 bulan Sya’ban. Doa ini berisi permohonan keberuntungan, rezeki yang halal, dan takdir yang baik. Doa ini biasa dibaca bersama-sama oleh masyarakat Indonesia di masjid-masjid dan mushalla.
Kemenag RI menargetkan pembangunan 271 Balai Nikah dan Layanan Keagamaan berkonsep green building sepanjang 2026. Langkah ini sebagai bagian dari penguatan infrastruktur layanan keagamaan yang ramah publik, inklusif, dan berkelanjutan.