Febiana Alumni SMKN 5 Bojonegoro
Tekad Kuat, Anak Desa Lolos Beasiswa Universitas Pertamina
Tekad yang kuat dengan dimbangi usaha dan ketekunan tentu akan berbuah manis.
Tekad yang kuat dengan dimbangi usaha dan ketekunan tentu akan berbuah manis.
Masa pandemi Covid-19 ini banyak sekolah atau madrasah dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menggunakan sistem virtual atau online, bahkan saat pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) untuk kenaikan kelas. Namun langkah berbeda dilakukan oleh salah satu Madarasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Bojonegoro ini lebih memilih melakukan pelaksanaan PAT-nya dengan langsung mengirimkan soal ke rumah siswanya secara langsung.
Dari 17.250 anak, ada enam siswa dinyatakan tidak lulus. Enam siswa tersebut berasal dari Kecamatan Kapas 3 anak , satu siswa dari Kecamatan Baureno, dan dua siswa dari Kecamatan Temayang. Mereka tidak lulus karena persentase kehadiran yang minim. Sehingga, mereka disarankan melanjutkan ke pendidikan kesetaraan atau kejar paket B.
Meskipun jumlah orang yang positif Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro masih ada penambahan, namun jumlah orang yang dinyatakan sembuh juga bertambah. Bahkan, hingga Minggu (7/6/2020) jumlah orang yang sembuh lebih banyak dibandingkan yang meninggal dunia. Jumlah positif terkonfirmasi kumulatif sebanyak 63 orang, meliputi yang dirawat 39 orang, meninggal dunia 11 orang dan sembuh 13 orang.
Meski belum ada kepastian kapan para santri bisa kembali belajar di Pondok Pesantren (Ponpes), Kemenag Bojonegoro berharap kepada pengasuh dan pengurus Poondok agar melakukan sterilisasi atau penyemprotan disinfektan sebelum para santri kembali.
Sesuai dengan instruksi Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur, dan koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, PMI Bojonegoro melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah pondok pesantren (Ponpes) yang tersebar di Bojonegoro.
Tak sedikit mahasiswa yang nyambi bisnis sembari kuliah. Dan tidak sedikit pula, bisnis yang mereka tekuni justru bertolak belakang dengan disiplin ilmu yang mereka pelajari di kampus.
Dinas Pendidikan Bojonegoro telah menyiapkan aplikasi khusus untuk pendaftaran peserta didik baru. Aplikasi online disiapkan mengingat sekarang masih pandemi Covid 19.
Penanganan pandemi Covid-19 tak lepas dari tenaga medis, meskipun hanya sopir ambulance. Sebagai bentuk dukungan kepada keluarga pejuang Virus Coronan, Universitas Bojonegoro (Unigoro) membebaskan uang perkuliahan bagi keluarga tenaga medis.
Beberapa perusahaan yang memiliki banyak karyawan melakukan rapid test, untuk deteksi dini keberadaan virus corona pada karyawannya. Namun bagi perusahaan yang menggandeng Rumah Sakit (RS) swasta, rapid tes tersebut tidak diakui gugus tugas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro.