Skip to main content

Category : Tag: Tas


Dishub : Tak Ada Pengamanan Saat Absorber Melintas di Kota Bojonegoro

Keberadaan kendaraan absorber yakni moving alat berat berukuran jumbo milik proyek gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) kini benar-benar sudah memasuki Kabupaten Bojonegoro. Namun kendaraan tersebut kini masih terparkir, di jembatan timbang Kecamatan Baureno.

Penyandang Disabilitas Sambut Positif Pembahasan Raperda tentang Hak Mereka

Focus Group Discussions (FGD), yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Bojonegoro terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Baperda) tahun 2019, mendapat tanggapan yang positif dari Perkumpulan Disabilitas Bojonegoro dan menilai hal tersebut pantas untuk dijadikan Perda.

Tabungan Emas, Instrumen Investasi yang Makin Diminati Masyarakat

Emas kini semakin diminati masyarakat sebagai sarana pengembangan investasi. Salah satunya yang dikembangkan cabang PT Pegadaian (Persero) Kabupaten Bojonegoro yang mampu mencatatkan peningkatan titipan emas melalui Tabungan Emas setiap bulannya.

Lapangan Gas JTB

Ada Perbaikan Rel Kereta, Pengiriman Absorber Diistirahatkan

Pengiriman alat berat (absorber dan selexol) yang dilakukan PT. Rekayasa Industri (Rekind), terpaksa berhenti sementara waktu. Pasalnya perjalanan alat Eksploitasi Gas yang ada di lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) Bojonegoro ini, harus menunggu perbaikan rel Kereta Api (KA) yang akan dilewati.

Beasiswa Prestasi Perguruan Tinggi

Pengajuan Beasiswa, Begini Mekanismenya

Bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa prestasi perguruan tinggi dari Pemerintah Bojonegoro, ada mekanisme yang harus diketahui untuk pengajuan permohonan beasiswa.

Beasiswa Prestasi Perguruan Tinggi

Inilah Kreteria Calon Penerima Beasiswa

Mahasiswa Bojonegoro, berkesempatan mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Dinsos Anggarkan Bantuan Bagi 500 Penyandang Disabilitas Berat

encairan bantuan bagi penyandang disabilitas kategori berat masih belum dapat diterima seluruhnya. Hingga saat ini realisasi bantuan itu masih dalam 60 persen. Lambannya pencairan itu, disebabkan masih adanya pengajuan dari desa yang baru masuk sehingga perlu proses verifikasi lebih lanjut oleh Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro.