H+2 Lebaran, Tak Ada Trayek Bus Beroprasi di Terminal Bojonegoro
Terminal Rajekwesi di Kabupaten Bojonegoro di hari ketiga lebaran idul fitri 1441 Hijriah terlihat lengang. Suatu kondisi yang berbeda bila dibanding dengan tahun lalu.
Terminal Rajekwesi di Kabupaten Bojonegoro di hari ketiga lebaran idul fitri 1441 Hijriah terlihat lengang. Suatu kondisi yang berbeda bila dibanding dengan tahun lalu.
Sepinya Terminal Type A Rajekwesi Bojonegoro semenjak penerapan Zona PSBB di Kota Surabaya pada 28 April lalu, berdampak terhadap para pedagang dan tukang becak yang beraktifitas di terminal. Bahkan akibat sepinya terminal lantaran trayek bus tak beroprasi, mengakibaatkan banyak pemilik kios di terminal yang berada di Jalan Veteran tersebut tutup.
Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo, berdampak pada pelarangan bus masuk ke wilayah tersebut. Terminal Tipe A Rajekwesi Bojonegoro pun terdampak, sehingga menjadi sepi lantaran bus tidak beroperasi.
Usulan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di 3 wilayah Jatim yakni Kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik ke Kementerian Kesehatan dirasa tidak cukup berdampak bagi para pengusaha Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) khususnya bus bus Jurusan Bojonegoro-Surabaya PP.
Sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona/COVID-19 di Kabupaten Bojonegoro. Selasa, (14/04/2020) Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro lakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah bus hingga angkutan umum yang berada di terminal Rajekwesi hingga bagi vitamin dan masker.
Virus Corona (Covid-19) yang merebak di beberapa daerah atau kota Indonesia, berdampak terhadap jumlah penumpang transportasi bus di Terminal A Rajekwesi Bojonegoro terus menurun.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, telah menyiapkan pemberhentian bus umum di 14 titik mulai perbatasan Kecamatan Baureno hingga Kecamatan Ngawi.
Sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dari luar kota, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyiapkan pemberhentian Bus Umum di 14 titik.
Perketat Pengawasan Penumpng di Terminal dan Stasiun
Selain melakukan sosialisasi dan penyemprotan di tempat usaha, petugas gabungan juga mendatangi Terminal Rajekwesi Bojonegoro untuk melakukan penyemprotan diisinfektan. Semua lingkungan di terminal dilakukan penyemprotan, termasuk di dalam musala terminal. Hal itu dilakukan sebagai bentuk ikhtiar atau upaya untuk mencegah penyebaran virus corona di Kota Migas.