Memasuki Kemarau, Debit Waduk Pacal Turun
Memasuki musim kemarau, debit air yang berada di Waduk Pacal, turut Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, mulai mengalami penurunan.
Memasuki musim kemarau, debit air yang berada di Waduk Pacal, turut Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, mulai mengalami penurunan.
Pengunjung Wisata Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayanag, Bojonegoro hanya ramai saat akhir pekan. Tampak di lokasi beberapa pengunjung tengah menikmati indah dan sejuknya suasana waduk .
Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu:
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo kembali membuka pintu air Waduk Pacal di Desa Kedungsumber Kecamatan Temayang. Air yang dialirkan untuk kebutuhan irigasi para petani.