10:00 . DPRD Datangi Rumah Korban Dugaan Malpraktik RSUD Bojonegoro   |   08:00 . 100 Perempuan Bojonegoro Dilatih Menjadi Perajut   |   07:00 . Cerita Drama Tangisan Anak, Agar Keinginannya Terpenuhi   |   22:00 . Sambut Milad, Rumah Sakit Aisyiyah Gelar Lomba Tahfidz   |   21:00 . Pemdes dan Kelompok Tani Ngadiluhur Balen Kendalikan Tikus   |   20:00 . Kurangi Pengangguran, Disperinaker Buka Job Fair 2019 Selama Dua Hari   |   19:00 . Disdikda Akui Atap Plafon Salah Satu SDN di Kecamatan Ngraho Ambrol   |   18:00 . Kodim 0813 Bojonegoro Gelar Pembinaan Wasbang Bersama Komponen Masyarakat   |   17:00 . Darurat Bencana, Puting Beliung Masih Mengintai Bojonegoro   |   16:00 . Peralihan Musim, Bojonegoro Status Waspada Angin Kencang   |   15:00 . Kodim Bojonegoro Buka Akses Jalan Pertanian di Desa Cancung   |   14:00 . Harga Logam Mulia Naik Rp 2.000 Per Gram   |   13:00 . Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang di Jalan Letu Suwolo   |   12:00 . 210 Pohon Rawan Tumbang di Bojonegoro Bakal Ditebang   |   11:00 . Awan Gelap di Atas Kota Bojonegoro   |  
Thu, 14 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 21 June 2017 13:00

Penambang Pasir di Kanor Masih Marak

Penambang Pasir di Kanor Masih Marak

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com -
Meskipun penambang pasir di sepanjang Bengawan Solo tidak diperbolehkan, tetapi aktivitas penambang pasir di Desa Gedongarum Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro masih marak terjadi. Sehingga Polsek Kanor bersama intansi terkait di wilayah tersebut memantau aktivitas penambang pasir yang dianggap meresahkan itu.

Kapolsek Kanor, Imam Khanafi menjelaskan, anggota Polsek bersama TNI dan Satpol PP Kecamatan Kanor serta Perangkat Desa dan sejumlah warga Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor melakukan pemantauan di lokasi penambangan pasir Bengawan Solo di daerah tersebut.

"Pemantauan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menghidari timbulnya kerusakan lingkungan khususnya bantaran sungai Bengawan Solo, agar tidak lebih parah lagi, apabila penambangan pasir tersebut tidak dikelola dengan baik," jelasnya.

Pasalnya secara geografis, lokasi penambangan pasir Bengawan Solo tersebut untuk sisi selatan masuk wilayah Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor, sedangkan di sisi utara masuk dalam wilayah Desa Banjar Arum, Kecamatan Rengel  Kabupaten Tuban.

"Berdasarkan pantauan di lokasi tersebut, jumlah perahu yang ada di area penambangan diketahui terdapat sekitar 24 perahu yang sedang melakukan aktivitas penambangan pasir secara manual," terang Kapolsek.

Ditambahkan, ada empat perahu milik warga Gedongarum Kecamatan Kanor, yaitu dua perahu milik Nurhadi dan dua perahu milik Sumandar. “Selebihnya kurang lebih 20  perahu milik warga Desa Banjar Arum Kecamatan Rengel," imbuhnya.

Sehingga setelah dilaksanakan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait, sebagai langkah tindak lanjut akan mendorong  Pemerintah Desa Gedongarum Kecamatan Kanor, agar mengundang unsur Pemerintah Desa  Banjar Arum, Kecamatan Rengel, beserta para pengusaha pasir daari kedua desa, agar dilaksanakan perundingan, guna mencari solusi terbaik.

“Polsek Kanor juga akan terus berkoordinasi dengan Polsek Rengel, untuk bersama-sama memantau kegiatan penambangan pasir tersebut, agar tidak terjadi gesekan," pungkas Kapolsek. [zid/ito]

Tag : tambang, pasir, kanor, gedongarum, rengel

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat