19:00 . Nita Artsen dan Jean Sebastian Tampil Memukau   |   18:00 . Kios di Kacangan Terbakar, Kerugian Capai Rp50 Juta   |   17:00 . Wabup Resmikan Nasi Buwohan jadi Makanan Khas Bojonegoro   |   16:00 . Wabup Buka Jazz Bengawan 2018   |   13:00 . Meski Sederhana, Warung Belut Chemenk jadi Favorit Pengunjung   |   12:00 . Seramnya Bangunan RSUD Lama Bojonegoro   |   11:00 . Total 1.151 Madin Terdaftar di Kemenag Bojonegoro   |   10:00 . Ajak Kades Wilayah Barat Diskusi, Banyak Harapan Terlontar   |   09:00 . Antisipasi Pupuk Kurang, Disperta Ajukan Tambahan   |   08:00 . Muhammadiyah dan Keindonesiaan   |   07:00 . 8 Keuntungan Berstatus Jomblo   |   06:00 . Demi Kebersamaan, Pompa Air Tradisional Jadi Alternatif Warga Sumberagung   |   23:00 . Hujan Disertai Angin, 7 Rumah di Gondang Roboh   |   22:00 . Pratikno: Banyak Program Pusat yang Belum Sampai Bojonegoro   |   21:00 . 50 Warga Ngasem dan Purwosari Ikuti Pelatihan Wirausaha   |  
Tue, 20 November 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 14 January 2018 16:00

Muzaini, Peserta Bukan Talent Biasa

Pulang Kampung, Pencipta Goyang Iwak Lele Kini Kelola Warkop

Pulang Kampung, Pencipta Goyang Iwak Lele Kini Kelola Warkop

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Jika blokers mencari kata kunci "Prabu Zen" di Google, maka akan muncul beberapa link yang salah satunya ke alamat youtube https://www.youtube.com/watch?v=44QB6QDhl5w atas nama Prabu Zen, pelantun lagu Iwak Lele. Ternyata, laki-laki yang memiliki nama asli Muzaini itu pernah turut dalam ajang pencarian bakat "Bukan Talent Biasa" itu asli Bojonegoro, tepatnya asal Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu.

Sempat merantau ke Jakarta, Prabu Zen banyak belajar tentang pengalaman di dunia entertaiment. Bahkan, dia lah yang menciptakan goyang iwak lele yang kini goyangan itu sering digunakan oleh artis komedian, Sule.

Kini, Prabu Zen harus pulang kampung ke Kota Ledre untuk mengurus keluarganya yang sakit. Saat awak bB berkunjung ke Sukosewu, Prabu Zen tengah berada di sebuah warung kecil berdinding kayu dan anyaman bambu miliknya yang ramai pengunjung. Sejak 8 bulan lalu, Prabu Zen balik kampung dan memilih banting stir sebagai pengelola warung kopi (Warkop) di desanya.

Menurut pria 36 tahun itu, dia mengadu peruntungan hidupnya di Jakarta sejak lulus SMA, hingga dirinya mempunyai banyak bakat mulai seni tarik suara,  teater, bahkan sempat bermain sebagai pemain figuran di berbagai sinema FTV dan layar lebar.  Pemuda yang sudah banyak mencicipi asam garam di Jakarta itu juga sempat menjadi pembantu rumah tangga.

"Pertama ke Jakarta jadi pembantu, selain itu, dirinya juga sempat menjadi sopir antar jemput siswa," kata Prabu Zen kepada blokBojonegoro.com

Untuk mengasah jiwa entertainernya, pemuda kelahiran 1982 ini juga sempat mengikuti berbagai kesempatan kompetisi seni tarik suara seperti KDI dan Bukan Talent Biasa. Namun usahanya tak berjalan sesuai harapan yakni harus kandas dan sempat menjadi juara keempat di ajang kompetisi tersebut.

"Syukur, meski gagal banyak juri saat itu memberikan suport ke saya, bahwa banyak bakat dalam diri saya dan Alhamdulillah juga punya Single Iwak Lele yang diiringi dengan Goyang Iwak Lele," ucapnya

Jiwa seni yang dimilikinya itu muncul kala sering bertemu artis ternama seperti Ari Wibowo dan beberapa artis lain saat sedang melakukan shooting di lokasi tempat tinggalnya saat di Ibukota.

Seiring berjalannya waktu, Muzaeni mulai eksis di dunia entertaiment meski hanya menjadi peran pembantu. Bahkan, dirinya mengaku sempat menandatangani ontrak kerja. Selain menjadi peran pembantu, dirinya juga sempat bermain sinetron yang digandrungi anak muda, meski hanya beberapa episode yang dibintangi oleh Derby Romero.

"Juga sempat main film layar lebar, tapi hanya sekali," ucapnya.

Dengan banyaknya bakat yang dimiliki dan sudah diberikan kesempatan berakting dan ikut seni tarik suara, tepat tahun 2015 lalu Muzaeni ini mendirikan "Sanggar Artis Prabu Lele" yang berada di Bekasi. Pendirian sanggar ini sebagai mencari anak muda yang punya talenta untuk dibina untuk mengembangkan bakat sesuai bidangnya.

"Sudah ada sekitar 100 anak yang dibina di sanggar mulai dari cara casting, teater, seni suara dan yang lainnya," ucap Prabu Zen.

Dengan adanya keluarganya ada yang sakit, akhirnya dirinya pulang ke Bojonegoro sejak 8 bulan lalu. Meskipun begitu dirinya berharap dapat mengembangkan bakat yang dimiliki di Bojonegoro, namun sayangnya beberapa upaya yang diinginkan belum dapat tercapai.

"saya sudah sempat menemui beberapa kali datang ke Sinas terkait untuk mengutarakan keinginan, namun sampai saat ini masih belum menemui kejelasan," keluhnya kepada blokBojonegoro.com

Dirinya masih akan berusaha untuk membangun apa yang sudah dilakukan yakni membuka sanggar di Bojonegoro.

"Kalau hubungan sama artis masih terus terus berjalan baik, bahkan beberapa teman seni dari Surabaya maupun kota lain juga sering datang ke warung Kopi saya, meski hanya ngobrol-ngobrol," cetusnya kepada Bojonegoro.

Dirinya berharap selama ada di Bojonegoro, ada tawaran untuk dilibatkan di event dengan mengisi acara atau bernyanyi. "Syukur-syukur diajak kalau setiap ada kegiatan pariwisata" harapnya kepada blokBojonegoro.com.

Meski berada di Bojonegoro, panggilan masih terus berdatangan untuk manggung. Biasanya untuk mengasah kemampuan sebelum manggung dia seringkali pergi ke tengah pematang sawah untuk latihan dengan begitu suaranya dapat terjaga saat tampil.

"Ya mudah-mudahan Pemkab Bojonegoro dapat memberi suport untuk mengembangkan kembali bakat yang saya miliki," tutup Muzaeni kepada blokBojonegoro.com. [saf/lis]

Tag : prabu zen, artis

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 14 November 2018 14:00

    Pelatihan Menulis Bersama EMCL dan Tempo Institute

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik Selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (12-14/11/2018), awak media dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora mengikuti pelatihan menulis feature/story telling dan digital marketing di Disaster Oasis, KM 21,5, Sleman,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Saturday, 10 November 2018 20:00

    MINU Karakter Bojonegoro Gelar Educatif of Leadership

    MINU Karakter Bojonegoro Gelar Educatif of Leadership Hari Sabtu adalah hari libur bagi anak-anak MINU Karakter Bojonegoro. Tetapi tidak untuk Sabtu (10/11/2018) ini. Mengetahui akan pentingnya menjadi pemimpin yang baik sejak dini, diadakanlah Outbond di Maibit, Kecamatan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more