09:00 . Perkuat BUMDes Agrobis dan Pariwisata   |   08:00 . DCT, Calon Belum Boleh Kampanye   |   07:00 . Cepat Bangkit dari Patah Hati dengan Mengingat Kenangan Pahit   |   06:00 . Rupiah Melemah, Harga Kain Melonjak   |   22:00 . Kerjasama dengan Jepang, Akes Rajekwesi Buka Kelas Internasional   |   21:00 . Les LaSiNase, Belajar Sesuai Minat Anak   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   19:00 . Kemenag Mutasi dan Lantik 26 Kepala KUA Bojonegoro Baru.   |   18:30 . Berikut Informasi tentang Rincian Formasi CPNS 2018   |   18:00 . Anna-Wawan Fokus Benahi 61% Infrastruktur Rusak   |   15:00 . Jelang Pelantikan, Anna-Wawan Foto Kedinasan   |   14:00 . Siswa Semangat Lestarikan Lomba Olahraga Tradisional   |   13:00 . Retak, Jalan Depan Pasar Pungpungan Membahayakan Pengendara   |   12:45 . Dagongan..! Ayo Semangat   |   12:30 . Adu Cepat di Permainan Egrang   |  
Thu, 20 September 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 14 January 2018 16:00

Muzaini, Peserta Bukan Talent Biasa

Pulang Kampung, Pencipta Goyang Iwak Lele Kini Kelola Warkop

Pulang Kampung, Pencipta Goyang Iwak Lele Kini Kelola Warkop

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Jika blokers mencari kata kunci "Prabu Zen" di Google, maka akan muncul beberapa link yang salah satunya ke alamat youtube https://www.youtube.com/watch?v=44QB6QDhl5w atas nama Prabu Zen, pelantun lagu Iwak Lele. Ternyata, laki-laki yang memiliki nama asli Muzaini itu pernah turut dalam ajang pencarian bakat "Bukan Talent Biasa" itu asli Bojonegoro, tepatnya asal Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu.

Sempat merantau ke Jakarta, Prabu Zen banyak belajar tentang pengalaman di dunia entertaiment. Bahkan, dia lah yang menciptakan goyang iwak lele yang kini goyangan itu sering digunakan oleh artis komedian, Sule.

Kini, Prabu Zen harus pulang kampung ke Kota Ledre untuk mengurus keluarganya yang sakit. Saat awak bB berkunjung ke Sukosewu, Prabu Zen tengah berada di sebuah warung kecil berdinding kayu dan anyaman bambu miliknya yang ramai pengunjung. Sejak 8 bulan lalu, Prabu Zen balik kampung dan memilih banting stir sebagai pengelola warung kopi (Warkop) di desanya.

Menurut pria 36 tahun itu, dia mengadu peruntungan hidupnya di Jakarta sejak lulus SMA, hingga dirinya mempunyai banyak bakat mulai seni tarik suara,  teater, bahkan sempat bermain sebagai pemain figuran di berbagai sinema FTV dan layar lebar.  Pemuda yang sudah banyak mencicipi asam garam di Jakarta itu juga sempat menjadi pembantu rumah tangga.

"Pertama ke Jakarta jadi pembantu, selain itu, dirinya juga sempat menjadi sopir antar jemput siswa," kata Prabu Zen kepada blokBojonegoro.com

Untuk mengasah jiwa entertainernya, pemuda kelahiran 1982 ini juga sempat mengikuti berbagai kesempatan kompetisi seni tarik suara seperti KDI dan Bukan Talent Biasa. Namun usahanya tak berjalan sesuai harapan yakni harus kandas dan sempat menjadi juara keempat di ajang kompetisi tersebut.

"Syukur, meski gagal banyak juri saat itu memberikan suport ke saya, bahwa banyak bakat dalam diri saya dan Alhamdulillah juga punya Single Iwak Lele yang diiringi dengan Goyang Iwak Lele," ucapnya

Jiwa seni yang dimilikinya itu muncul kala sering bertemu artis ternama seperti Ari Wibowo dan beberapa artis lain saat sedang melakukan shooting di lokasi tempat tinggalnya saat di Ibukota.

Seiring berjalannya waktu, Muzaeni mulai eksis di dunia entertaiment meski hanya menjadi peran pembantu. Bahkan, dirinya mengaku sempat menandatangani ontrak kerja. Selain menjadi peran pembantu, dirinya juga sempat bermain sinetron yang digandrungi anak muda, meski hanya beberapa episode yang dibintangi oleh Derby Romero.

"Juga sempat main film layar lebar, tapi hanya sekali," ucapnya.

Dengan banyaknya bakat yang dimiliki dan sudah diberikan kesempatan berakting dan ikut seni tarik suara, tepat tahun 2015 lalu Muzaeni ini mendirikan "Sanggar Artis Prabu Lele" yang berada di Bekasi. Pendirian sanggar ini sebagai mencari anak muda yang punya talenta untuk dibina untuk mengembangkan bakat sesuai bidangnya.

"Sudah ada sekitar 100 anak yang dibina di sanggar mulai dari cara casting, teater, seni suara dan yang lainnya," ucap Prabu Zen.

Dengan adanya keluarganya ada yang sakit, akhirnya dirinya pulang ke Bojonegoro sejak 8 bulan lalu. Meskipun begitu dirinya berharap dapat mengembangkan bakat yang dimiliki di Bojonegoro, namun sayangnya beberapa upaya yang diinginkan belum dapat tercapai.

"saya sudah sempat menemui beberapa kali datang ke Sinas terkait untuk mengutarakan keinginan, namun sampai saat ini masih belum menemui kejelasan," keluhnya kepada blokBojonegoro.com

Dirinya masih akan berusaha untuk membangun apa yang sudah dilakukan yakni membuka sanggar di Bojonegoro.

"Kalau hubungan sama artis masih terus terus berjalan baik, bahkan beberapa teman seni dari Surabaya maupun kota lain juga sering datang ke warung Kopi saya, meski hanya ngobrol-ngobrol," cetusnya kepada Bojonegoro.

Dirinya berharap selama ada di Bojonegoro, ada tawaran untuk dilibatkan di event dengan mengisi acara atau bernyanyi. "Syukur-syukur diajak kalau setiap ada kegiatan pariwisata" harapnya kepada blokBojonegoro.com.

Meski berada di Bojonegoro, panggilan masih terus berdatangan untuk manggung. Biasanya untuk mengasah kemampuan sebelum manggung dia seringkali pergi ke tengah pematang sawah untuk latihan dengan begitu suaranya dapat terjaga saat tampil.

"Ya mudah-mudahan Pemkab Bojonegoro dapat memberi suport untuk mengembangkan kembali bakat yang saya miliki," tutup Muzaeni kepada blokBojonegoro.com. [saf/lis]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service



Video bB

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Tabloid bB