19:00 . Tinggal Hitungan Hari, Porprov Jatim Segera Bergulir   |   18:00 . Kuota Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua Terpenuhi   |   17:00 . Pagu Siswa SMA Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua Terpenuhi   |   16:00 . PPDB Offline Jalur Inklusi Sepi Peminat   |   15:00 . Dua Desa Dipastikan Tak Bisa Ikut Pilkades Serentak   |   14:00 . Oktober 2019, Refita Diberangkatkan di Kejurnas   |   13:00 . 524 Siswa SMKN2 Resmi Diwisuda, ini Harapan Para Guru   |   12:00 . Kurang Pagu, PPDB Jalur Offline Dibuka Sehari   |   11:00 . Suami Ketua Ansor, Istri Ketua Fatayat Bersaing di Samberan   |   10:00 . Dari 38, Bojonegoro Peringkat 8 Perolehan Medali   |   09:00 . Bisa Daftar dari Rumah, SMAN 4 Bojonegoro Tetap Buka Layanan   |   08:00 . Sempat Melambung Tinggi, Kini Harga Kencur Anjlok   |   07:00 . Manfaat Menatap Mata Bayi   |   22:00 . Wabup Berharap Santri Bojonegoro Terus Berprestasi   |   21:00 . Aksi Trail Bojonegoro   |  
Tue, 18 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 01 July 2018 18:00

Hasil Hiasan Tumpeng Wanita ini Pernah Laku Sampai 5 Juta

Hasil Hiasan Tumpeng Wanita ini Pernah Laku Sampai 5 Juta

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com -
Bisnis kuliner (makanan) adalah salah satu bisnis paling menjanjikan dari berbagai macam bisnis yang ada. Pasalnya, makanan merupakan kebutuhan pokok setiap orang sehingga mereka akan menjadi konsumen tetap dalam bisnis makanan. Alhasil, usaha ini memiliki peluang besar untuk sukses dan berkembang.

Kendati demikian, bisnis kuliner memiliki tingkat persaingan yang sangat ketat, sehingga pelaku usaha dituntut untuk menentukan diferensiasi agar punya ciri khas lebih dari lainnya.

Begitu halnya yang dilakukan oleh Eni Susilowati, perempuan asli Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro yang sekarang menetap di Pulau Dewata Bali. Perempuan yang akrab disapa Eni Kojiro ini, mampu merubah nasi tumpeng menjadi sesuatu yang sangat indah dengan menambah hiasan diatasnya atau biasa disebut garnis.

Nasi tumpeng sendiri, merupakan sajian makanan yang disuguhkan pada acara tertentu dari adat istiadat masyarakat Jawa. Namun melalui sentuhan tangannya, Nasi tumpeng hasil sentuhanya kini bisa dijadikan sebuah hadiah yang menarik, bahkan bisa dijadikan sebuah bisnis yang menguntungkan.

Dengan berbekal pisau khusus, perempuan kelahiran 1970 silam tersebut mampu merubah Worter, Mentimun, Terong maupun bahan dasar garnis yang bisa dimakan lainya, menjadi bentuk bungan yang bagus dan indah seperti Bunga Mawar, Kamboja maupun bentuk lainya yang diinginkan. Bahkan, hiasan tumpengnya pernah laku sampai harga 5 juta.

"Kemarin pernah laku sampai 5 juta, ketika mendapat pesanan untuk ulang tahun Kapolda," terang perempuan yang mempunyai  suami asal Negeri Sakura ini.

Awal mula membuat hiasan garnis, Eni Kojiro mendapat hadiah 54 macam pisau asal Negara Jepang dari suaminya. Saat mendapat hadiah tersebut, Eni Kojiro merasa kebingungan dan ditambah kala itu ia gaptek teknologi sehingga tidak tau bagaimana memanfaatkanya walaupun sudah dikasih tahu kegunaanya.

Dengam berbekal ketekunan dan rasa keinginan untuk bisa, ia mencoba dan terus mencoba sampai akhirnya bisa membuat bentuk bunga yang sangat indah. Kemudian, hasilnya ia upload di media sosial dan ternyata banyak yang menyukainya.

Akan tetapi, awal mula saat dirinya tenar sampai saat ini bermula dari ketidaksengajaan salah seorang cheff yang memesan tumpeng dengan sebuah hiasan. Saat mendapat tawaran tersebut, awalnya ia agak menolak lantaran tidak bisa membuat tumpeng.

"Awalnya menolak, tetapi dari cheffnya disuruh membuat garnisnya saja dan tumpengnya cheffnya yang membuat," lanjut perempuan tiga anak ini.

Alhasil setelah itu, banyak orang yang memesan kepada dirinya, sampai-sampai ia membatasi satu harinya maksimal hanya membuat sampai 10 saja. Sebab, jika lebih dari 10 pembuatan garnis tidak akan maksimal karena 1 tumpeng bisa membutuhkan waktu 3 sampai 7 jam.

"Karena membuat garnis juga membutuhkan sebuah ketenangan dan keuletan, jika dipaksa untuk membuat lebih pasti hasilnya tidak bagus," ujar Eni kepada blokBojonegoro.com.

Selain membuka pesanan, sejak 2017 lalu dia mulai mengenalkan Garnis dan Fruit Carving kepada masyarakat. Alhasil, dengan mengajarkan pembuatan garnis kepada masyarakat yang notabenya pemilik usaha katering, menjadikan Eni Kojiro bisa melalang buana ke Kota-kota besar di Indonesia.

"Tidak jarang pula saat di luar kota saya sering mendapat Calling (Telepon) dari teman yang berada di kota itu untuk membuat garnis di rumahnya," ucapnya.

Dirinya juga menegaskan dalam dunia garnis tak ada kata tidak belajar. Sebab setiap waktu garnis selalu berubah-ubah mengikuti trend yang terus berkembang. "Jadi disini saya juga masih  sama sama belajar," tutup Eni Susilowati.[din/ito]

Tag : eni kojiro, mayangkawis, balen, kuliner

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 02 June 2019 08:00

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek Mengambil tema "Pelajar Millineal Menjaga Tradisi Budaya Lokal" Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Temayang gelar grand final Festival Oklek Ke-7,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more