09:00 . Perkuat BUMDes Agrobis dan Pariwisata   |   08:00 . DCT, Calon Belum Boleh Kampanye   |   07:00 . Cepat Bangkit dari Patah Hati dengan Mengingat Kenangan Pahit   |   06:00 . Rupiah Melemah, Harga Kain Melonjak   |   22:00 . Kerjasama dengan Jepang, Akes Rajekwesi Buka Kelas Internasional   |   21:00 . Les LaSiNase, Belajar Sesuai Minat Anak   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   19:00 . Kemenag Mutasi dan Lantik 26 Kepala KUA Bojonegoro Baru.   |   18:30 . Berikut Informasi tentang Rincian Formasi CPNS 2018   |   18:00 . Anna-Wawan Fokus Benahi 61% Infrastruktur Rusak   |   15:00 . Jelang Pelantikan, Anna-Wawan Foto Kedinasan   |   14:00 . Siswa Semangat Lestarikan Lomba Olahraga Tradisional   |   13:00 . Retak, Jalan Depan Pasar Pungpungan Membahayakan Pengendara   |   12:45 . Dagongan..! Ayo Semangat   |   12:30 . Adu Cepat di Permainan Egrang   |  
Thu, 20 September 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 24 July 2018 09:00

Jalan Liku Jembatan Sosrodilogo

Pansus IV: Proyek Jembatan Trucuk Bisa Diiri

Pansus IV: Proyek Jembatan Trucuk Bisa Diiri

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Perlakuan khusus atas keterlambatan proyek Jembatan Trucuk yang menghubungkan akses ke jantung Kota Bojonegoro, bisa menjadi performa buruk pembangunan di Kabupaten Bojonegoro. Bahkan, jika terus berlarut akan bisa membuat iri pelaksana proyek lain ke depannya.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Pansus IV yang membahas Raperda tentang Pertanggungjawaban APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun 2017, Mashadi, kepada blokBojonegoro.com. Karena, pada hearing dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang, kemarin diketahui jika kontrak yang harusnya habis Desember 2017 telah diperpanjang tiga kali.

Yakni, perpanjangan pertama pada Januari sampai Maret 2018, setelah itu di tambah lagi hingga Juni 2018 dan diperpanjang ketiga sampai 24 Agustus 2018.

"Kalau ada perlakuan khusus seperti itu, maka besok-besok pelaksana proyek lainnya bisa memakai cara di pekerjaan Jembatan Trucuk," kata Mashadi.

Politisi asal Partai Hanura itu meminta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang untuk tegas dengan proyek puluhan miliar dari APBD Bojonegoro tersebut. Jangan sampai terus berlarut dengan alasan yang terkesan sulit diterima oleh akal.

"Termasuk pengenaan denda harus dihitung benar-benar dan secara seksama. Jangan sampai seenaknya saja," pungkasnya.

Seperti diketahui, anggaran untuk pembangunan Jembatan Trucuk dari APBD Bojonegoro tahun 2017 sebesar Rp59,6 miliar. Dari jumlah tersebut telah terserap sekitar Rp41,6 Miliar dan menyisakan anggara Rp17,6 miliar. Sementara itu di APBD tahun 2018 kembali dianggarkan Rp18 miliar, namun belum terserap karena menunggu selesainya konstruksi jembatan. [zid/ito]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service



Video bB

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Tabloid bB