06:00 . Jalan Mulus Kado Hari Jadi Bojonegoro   |   05:00 . Kampung KB Tanggap Covid-19 Dilaunching   |   23:00 . Adu Serangan, Laga Persahabatan Sepakbola FPKT Balen Tantang Gemini FC   |   22:00 . Silaturahim ke Mapolda, AMSI Jatim Bersinergi Lawan Hoax Terlebih saat Pandemi Covid-19   |   21:00 . Proses Pembangunan Jembatan KaRe dalam Tahap Pengajuan Rekomteks   |   20:30 . Bio Farma Siap Produksi Vaksin 17 Juta per Bulan   |   20:00 . Liga 3 Jatim Ditiadakan, Bojonegoro FC Fokus Kompetisi Tahun Depan   |   19:30 . Presiden Ingatkan Antisipasi Lonjakan Covid saat Libur Panjang   |   19:00 . Bupati Pimpin Prosesi Persemayaman Api Abadi HJB   |   18:30 . Positif Covid, Harus Melakukan Apa?   |   18:00 . Ibu Hamil Harus Sehat Saat Pandemi   |   17:00 . Pembeli Dan Pedagang di Pasar Bojonegoro Patuhi Prokes Gunakan Masker   |   16:00 . PU SDA Anggarkan Rp11 Miliar, Kerjakan Pelindung Tebing di 61 Titik   |   15:00 . Inilah Harga Komoditi yang Merangkak Naik di Pasar   |   14:00 . Dukung Pengembangan UMKM di Masa Pandemi, Pertamina Salurkan Rp14 M   |  
Tue, 20 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 09 August 2018 07:00

Waspadai, Pilihan Celana Dalam Tentukan Kesuburan Pria

Waspadai, Pilihan Celana Dalam Tentukan Kesuburan Pria

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Banyak dari pria mungkin tidak peduli pada pilihan celana dalamnya. Walau begitu, tak sedikit pula yang hanya mau memakai bentuk dan merek tertentu.

Padahal berdasarkan riset terbaru, pemilihan jenis celana dalam pria bukan sekedar masalah selera. Tapi, juga menentukan kesuburan kaum adam.

Dilansir dari Independent, riset tersebut dilakukan oleh peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan telah diterbitkan dalam the journal Human Reproduction.

Hasil riset menunjukan pria yang memakai boxer memiliki jumlah sperma yang lebih tinggi daripada pria yang memakai celana dalam ketat, seperti brief atau jockey.

Riset menunjukan pria yang memakai boxer juga memiliki tingkat hormon perangsang folikel yang lebih rendah.

Hormon ini merangsang produksi sperma sebagai kompensasi untuk kerusakan testis yang muncul karena peningkatan suhu skrotum dan penurunan jumlah dan konsentrasi sperma.

Untuk hasil yang akurat, periset merekrut 656 pria berusia 18 dan 56 tahun.

Periset menganalisis sejumlah variabel yang terkait dengan fungsi testis, seperti kerusakan DNA sperma dan hormon reproduksi.
Berdasarkan penuturan peneliti, informasi ini sangat penting untuk mendorong pemahaman  tentang pemilihan pakaian dalam yang mempengaruhi kesehatan seksual pria.

Peserta dalam riset ini merupakan pria yang mengikuti program perawatan kesuburan di rumah sakit umum Massachusetts pada tahun 2000 dan 2017.

Peserta riset memiliki Indeks Massa Tubuh rata-rata 26 dan diminta untuk memberikan sampel darah dan air mani.

Mereka juga diminta untuk mengisi kuesioner yang menyatakan rincian preferensi pakaian dalam.

Selain itu, mereka diminta untuk melaporkan pakaian dalam yang paling sering mereka pakai dalam tiga bulan terakhir.

Hasil menunjukkan 53 persen pria kebanyakan memakai boxer. Berdasarkan analisa periset, mereka yang memakai boxer memiliki bobot tubuh lebih langsing daripada mereka yang memakai pakaian dalam lebih ketat.

Peserta yang memakai boxer juga memiliki konsentrasi sperma 25 persen lebih tinggi daripada peserta yang memakai celana dalam dari jenis yang ketat.

Bahkan, mereka juga memiliki 33 persen lebih banyak sperma dalam satu kali ejakulasi.

Namun, peneliti tidak menemukan perbedaan penting dalam kerusakan DNA sperma dan hormon reproduksi.

Dr Lidia Mínguez-Alarcón, selaku pemimpin riset, menjelaskan temuan ini konsisten dengan riset sebelumnya yang meneliti korelasi antara pilihan pakaian dalam dan produksi sperma.

Namun, riset ini adalah yang pertama kali membuktikan pemakaian pakaian dalam yang ketat juga dapat meningkatkan produksi hormon perangsang folikel.

"Hasil ini dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah sperma pria, karena jenis pakaian yang dikenakan adalah gaya hidup yang dapat dimodifikasi," tambahnya.

Dr Mínguez-Alarcón juga mengatakan spermatogenesis atau proses produksi sperma diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 90 hari.
“Hasil dari penelitian ini sangat praktis, karena laki-laki dapat meningkatkan produksi sperma mereka dengan hanya mengubah jenis pakaian dalam yang dikenakannya," paparnya.

Yah, bagi laki-laki yang ingin meningkatkan kesuburannya, cukup dengan memilih boxer sebagai pakaian dalam daripada celana dalam yang ketat.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat