17:00 . Silaturahim IHM NU Kecamatan Kanor, Dihadiri 10.000 Anggota   |   16:00 . Dinas Perdagangan Wacanakan Pembuatan Kartu Penerima Elpiji Bersubsidi   |   15:00 . Kurangi Risiko Longsor, Kodim Dan Pemkab Tanam Rumput Vetiver   |   12:00 . Harga Bawang Putih Merangkak Naik, Cabai Berangsur Turun   |   11:00 . Sumur KWG-PWA1 Ditargetkan Produksi 150 Barrel Minyak Per Hari   |   10:00 . Pertamina EP Syukuran Tajak Sumur KWG PWA-1 di Trembes   |   09:00 . Intip Cerita Pemuda Bojonegoro Buat Sepeda Listrik   |   08:00 . Pertamina Group Jadi Mitra Terbaik PWI Tuban   |   07:00 . Anak Balita Tidak Mau Tidur Siang, Orang Tua Harus Bagaimana?   |   17:00 . TNI Bojonegoro Bekali Siswa SMKN Kasiman Kedisiplinan dan Wasbang   |   15:00 . Mengasyikan Anak-Anak TK Ini Bermain Sambil Belajar Budidaya Ikan   |   14:00 . Kemenag Ajukan Pembuatan Visa Jemaah Haji ke Surabaya   |   13:00 . Begini Tanggapan Warga Terkait Sensus Penduduk Online 2020   |   12:00 . Ada 10 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Bojonegoro   |   11:00 . Dishub Targetkan Rp31 Miliar dari Parkir Berlangganan 2020   |  
Fri, 28 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 24 December 2018 20:00

Natal 2018, Damai Sejahtera di Bumi Pancasila

Natal 2018, Damai Sejahtera di Bumi Pancasila

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Berbagai persiapan dipersiapkan menjelang perayaan Natal 2018 pada Selasa (25/12/2018). Salah satunya di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bojonegoro, Jalan Rajawali setempat yang mengangkat tema 'Damai Sejahtera Allah di Bumi Pancasila'.

Pendeta (Pdt) Iwan Sukmono mengatakan, tema Natal tahun 2018 yang diangkat GKI Bojonegoro adalah 'Damai Sejahtera Allah di Bumi Pancasila'. Keberadaan gereja sangat terkait dengan konteks masyarakat di mana ia tinggal dan tumbuh di dalamnya.

"Dengan tema ini umat diajak untuk semakin peka dengan situasi dan pergumulan yang ada di sekitarnya," katanya kepada blokBojonegoro.com, Senin (24/12/2018).

Dengan demikian, kata dia, peringatan hari kelahiran Isa Almasih atau Tuhan Yesus Kristus bukan hanya menjadi simbol upacara belaka, atau bahkan terkesan penuh dengan suasana hura-hura.

Natal menjadi momentum untuk kembali memahami bahwa kebesaran kasih Allah tampak dengan begitu dalam kesediaanNya untuk menghadirkan damai sejahtera di atas negeri ini.

"Tanah yang begitu kita cintai, bumi Pancasila. Negeri yang syarat dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan dan keadilan," kata dia.

Masa Natal sesungguhnya diawali dengan masa advent (penantian) dan mencapai salah satu puncaknya dalam Perayaan Malam Natal, 24 Desember 2018 dan Ibadah Natal, 25 Desember 2018.

"Beberapa gereja telah dengan baik melaksanakannya. Beragam kegiatan mulai dari Ibadah, Bakti Sosial, Kunjungan Kasih, dengan baik disusun dan dilaksanakan," ujarnya.

Bukan hanya dalam lingkup intern, tetapi tidak jarang yang menerima keterlibatan dari instansi pemerintahan dan keamanan, bahkan tak sedikit masyarakat yang turut berpartisipasi dalam persiapan maupun pelaksanaannya.

Ia menambahkan, tahun ini peringatan Natal berada dalam momentum pergantian tahun bertepatan dengan susana politik menjelang Pilpres dan Pileg 2019. Selain itu juga didahului dengan berbagai keprihatinan karena secara berurutan terjadi musibah besar melanda bangsa ini. Musibah gempa Lombok, tsunami Donggala, Sigi, Palu dan ujung barat pantai Jawa. 

Dalam suasana tersebut, sudah semestinya Natal dipahami lebih dari sekadar upacara karena Natal yang sesungguhnya adalah gema tentang kasih Ilahi, kasih yang mau menghadirkan damai sejahtera bagi semua manusia.

"Bagi seluruh anak bangsa. Sebagai umat Kristiani kita mesti berjuang untuk mewujudkannya," imbuhnya. [yud/lis]

 

Tag : natal, damai, kasih


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat