18:00 . Menambah Wawasan Intelektual, Himaprodi PAI Gelar KAJAT   |   17:00 . Cintai Produk Lokal, DPRD Borong Madu Asli Bojonegoro   |   16:00 . Surplus Daging Sapi, Pemkab Ingin Bangun Pabrik Sosis di Bojonegoro   |   15:00 . Dari Deposito Pemkab Bojonegoro Dapat Rp79 M   |   14:00 . Modal Usaha dan Pelatihan, Cara Pertamina Dorong UMKM Jatim Naik Kelas   |   12:00 . Warga Leran Tagih Janji PT Meindo   |   11:00 . KB Aisyiyah Qurrota Ayun Kampanyekan Anak Indonesia Suka Makan Ikan (Aisumaki)   |   09:00 . Sempat Kosong, Pengiriman Solar Ditambah   |   08:00 . Minggu Depan, PT. Rekind Datangkan Alatkan Berat   |   07:00 . Mengenal Jumlah Kebutuhan dan Manfaat Air Putih untuk Si Kecil   |   21:00 . Karangtaruna Cengungklung Belajar Budidaya Klengkeng di Balitjestro   |   19:00 . Resmi, AKBP M. Budi Hendrawan Jabat Kapolres Bojonegoro   |   18:00 . Gelar Stadium General, Unugiri Bedah Big Data   |   17:00 . Pengajuan Beasiswa, Begini Mekanismenya   |   16:00 . Inilah Kreteria Calon Penerima Beasiswa   |  
Sat, 23 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 03 February 2019 14:00

Dugaan Pungli Asisten Kesehatan

Dugaan Pungli, Kadinkes Benarkan Ada Iuran. Tapi...

Dugaan Pungli, Kadinkes Benarkan Ada Iuran. Tapi... ilustrasi: .net

Reporter: Wahyudi, dkk

blokBojonegoro.com - Pengangkatan Asisten Pelayanan Kesehatan Puskesmas se Kabupaten Bojonegoro diduga ada pungutan liar (pungli) sebesar Rp1 juta. Hal tersebut menyeruak baru-baru ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati mengatakan, bahwa pihaknya kaget terkait dugaan pungutan liar Pengangkatan Asisten Kesehatan Puskesmas tersebut.

"Kami akan menyelidikinya lebih lanjut," katanya kepada blokBojonegoro.com, Minggu (3/2/2019).

Praktik tersebut jelas tidak diperpolehkan. Pihaknya tidak pernah memrintahkan hal itu. Ibu Bupati Bojonegoro, kata dia, sudah berpesan supaya 'Good Goverment' tidak ada iuran yang tak dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, ia membenarkan adanya iuran Pengangkatan Asisten Pelayanan Kesehatan Puskesmas sebesar Rp25 ribu per orang. Tetapi iuran tersebut, kata dia, hanya untuk menggandakan berkas administrasi.

"Benar ada iuran, tapi iuran itu untuk foto copy administrasi Surat Keputusan (SK)," ujarnya menjelaskan.

Ia menjelaskan, bahwa SK tersebut ada dua lembar. Itu difoto copy setiap kali pencairan gaji. Sebab pencairan gaji harus dilampiri SK tersebut. SK itu di foto copy 12 kali. Maksudnya 12 bulan sama dengan satu tahun.

Selain itu, untuk pengadaan materai tidak diperbolehkan di anggaran. Karena itu, dua materai dibebankan kepada yang bersangkutan. Jika dihitung, iuran itu kalau dihitung 2 lembar kali 3 kali. Yang bersangkutan harus membawa satu.

"Lalu, di Dinkes satu dan di PPKOM Pejabat Pembuat Komitmen yang mencairkan juga satu," beber Kadinkes.

Jika dihitung memang Rp21.600 kemudian dibulatkan menjadi Rp25.000 untuk SPJ. Hal itu akan ada kuitansi resminya dari dinas. "Rencannya anggaran itu akan di SPJ kan dan diganti oleh Puskesmas," ucapnya.

Ia menegaskan, iuran itu ada kuitansi resmi dari Dinkes karena akan di SPJ kan oleh Puskesmas. Selain iuran tersebut tidak ada. Pihaknya sudah menyampaikan ke seluruh bersangkutan bahwa pengangkatan ini gratis.

"Sudah saya sampikan semua, pengangkatan ini tidak dipungut biaya apapun," pungkasnya. [yud/ito]

Tag : asisten, pelayanan, kesehatan, puskesmas

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat