18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 08 February 2019 10:00

Diduga Depresi Pria Ini Nekat Gantung Diri

Diduga Depresi Pria Ini Nekat Gantung Diri

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Entah apa yang ada dipikiran warga Desa Jumput, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, berinisial SA (35) ini. Ia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Jumat (8/2/2019).

Sebelumnya, sekitar pukul 22:30 Wib, korban keluar rumah malam-malam saat hujan masih belum reda. Namun, hingga larut malam korban tak kunjung pulang. Pun keluarga mencari keberadaan korban.

Alhasil, keberadaan korban tidak ditemukan. Keesokan harinya pencarian dilanjutkan sekitar pukul 05:30 Wib. Namun saat ditemukan, korban dalam keadaan gantung diri di pekarangan samping rumah.

Pertama kali yang mengetahui adalah Saimah (40) yang masih kerabat korban. Saat itu, Saminah benar-bebar kaget setelah membuka pintu mengetahui korban sudah dalam keadaan gantung diri.

Sontak Saminah menjerit minta tolong. Tidak lama kemudian keluarga dan tetangga korban melihat apa sesungguhnya yang terjadi. Melihat korban gantung diri, pihak keluarga langsung melapor ke desa dan diteruskan ke Polsek setempat.

Kapolsek Sukosewu, AKP Pujiono membenarkan kejadian tersebut, setelah mendapat laporan dari desa setempat. Pihaknya pun segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama pihak Desa, Koramil, dan Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan.

Hasil pemeriksaan, kata dia, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dari keterangan keluarga, korban mengalami depresi karena menderita penyakit yang tak kunjung sembuh.

"Korban murni meninggal karena gantung diri," kata Kapolsek kepada blokBojonegoro.com.

Menurut keluarga korban, SA mempunyai riwayat penyakit paru-paru.

Setelah melakukan indentifikasi, korban pun langsung diserahkan ke pihak keluarga, sebab pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Selanjutnya korban dimakamkan. [yud/mu]

Tag : gantung diri, korban gantung

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat