20:00 . Komplotan Pencuri Antar Provinsi Incar Nasabah Bank di Bojonegoro Berhasil DIbekuk   |   19:00 . DPRD Dorong Pemberian Intensif Guru Madrasah   |   18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |  
Tue, 19 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 26 June 2019 09:00

Gerakan Pengendalian Penggerek Batang Disperta Lanjut di Balen

Gerakan Pengendalian Penggerek Batang  Disperta Lanjut di Balen

Pengirim: Iskak Riyanto *

blokBojonegoro.com - Pagi yang cerah, waktu menunjukan pukul 07.00 WIB, sejumlah petani sambil membawa tangki semprot berkumpul di depan Balai Desa Sekaran, Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Mereka dengan penuh perhatian mendengarkan arahan Kordinator Petugas POPT-PHP Kabupaten Bojonegoro, Lilik Suharto cara mengendalikan Penggerek Batang (PB) sesuai konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

"Kunci sukses pengendalian Penggerek Batang adalah pengamatan rutin di sawah. Agar tepat sasaran saat menyemprot, kita perhatikan mulai adanya adanya penerbangan Kaper dan peletakan kelompok telur. Perlu diketahui satu kelompok telur Kaper bisa menetas 150-200 ekor ulat yang menyerang tanaman padi. Pada saat penetasan inilah saat yang pas dilakukan penyemprotan dengan insektisida kimia," kata Lilik.

Menurut Lilik lagi, sebenarnya sesuai konsep PHT penggunaan insektisida kimia adalah cara yang terakhir. Pengendalian OPT yang baik adalah dengan budidaya tanaman sehat,  penggunaan varietas tahan, pengendalian hayati, pengendalian fisik/tehnik, baru terakhir penggunaan pestisida kimia.

"Untuk pengendalian hama Pengerek Batang sejak awal sangat dianjurkan penggunaan pupuk organik yang cukup agar tanaman padi menjadi lebih sehat dan lebih tahan dari serangan OPT, pelestarian musuh alami Trichograma untuk parasit telur kaper, penyemprotan agent hayati Beauveria Bassiana, dan penanaman Refugia.

Pagi ini, Senin (24/6/2019) setelah dari Kecamatan Kapas, Dinas Pertanian Bojonegoro melanjutkan gerakan pengendalian Penggerek Batang bersama petani di Kecamatan Balen yang meliputi Desa Sekaran, Kedungdowo dan Sarirejo. Sedang Desa Mulyorejo, Prambatan dan Pilanggede dilaksananakan hari Selasa (25/6/2019).

Bambang Harnowo, Kepala Desa Sekaran menyambut positif kegiatan gerakan pengendalian Penggerek Batang di desanya.

"Selain petani kami diberi bantuan insektisida, mereka juga mendapatkan bimbingan tehnis yang benar cara pengendalian Sundep Beluk sesuai konsep PHT  yang ramah lingkungan," kata Bambang.

Bambang menambahkan, kedepanya kami tetap selalu minta pendampingan kepada Dinas Pertanian untuk petani desa kami agar mereka bisa berusaha tani sesuai ilmu pertanian yang selalu berkembang, dengan prinsip biaya hemat produksi tetap meningkat.

"Mewakili para petani, kami mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pertanian Bojonegoro, Kordinator Petugas POPT-PHP Bojonegoro, Petugas POPT-PHP, Korluh dan PPL Kecamatan Balen yang sudah berkenan hadir di desa kami," kata Bambang lagi. [lis]

 

*PPL Disperta Bojonegoro

Tag : suara, pembaca

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat