18:00 . Secara Resmi Bupati Anna Serahkan 28 Unit Kendaraan Dinas Camat   |   16:00 . Dewan Pengupahan Rencanakan Kenaikan UMK 2023 Sebesar 3,4 Persen   |   13:00 . Desainer Yustin Mariani Bangga Rancangannya Tampil di BNFF   |   20:00 . Minibus Adu Banteng dengan Truk, Satu Orang Meninggal   |   19:00 . Pintu Air Waduk Pacal Macet, BPBD Terus Berkoordinasi BBWS Cegah Potensi Banjir Susulan   |   18:00 . Bupati Anna Resmikan Pasar Burung Bagi Para Bird Lovers   |   16:00 . Student Agency, Tantangan Guru Masa Kini   |   15:00 . Lagi Turun, Harga Antam Dijual Mulai Rp539.500   |   13:00 . Hujan, Ini Tips Saat Berkendara dengan Motor   |   19:00 . Viral Pengantin Nikah Saat Banjir, Netizen: Doa Mantan Terkabulkan   |   18:00 . Viral, Warga Sukosewu Langsungkan Pernikahan di Tengah Banjir   |   15:00 . Ini Tips Tetap Bugar dan Tingkatkan Imun Ala Tirta Ayu Spa   |   13:00 . Pernikahan Dini Marak, APPA dan PA Bojonegoro Bersinergi Bersama   |   11:00 . Inilah Nama Pemenang Fashion Street Fruit and Veggie Competition   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Insan UPG dari KPK   |  
Wed, 30 November 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Belajar Menanam Butternut Squash dari Petani Kedungadem

blokbojonegoro.com | Saturday, 04 May 2019 16:00

Belajar Menanam Butternut Squash dari Petani Kedungadem

Pengirim: Iskak Riyanto

blokBojonegoro.com - 1 Tanaman Butternut squash atau Labu Madu sekarang mulai banyak dibudidayakan petani di Bojonegoro. Buahnya unik berbentuk seperti lampu bohlam dengan rasa manis dan bertekstur lembut.

Salah satu petani yang menanamnya adalah Edy Sugianto yang tinggal di Dukuh Donggi Desa Ngrandu Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Edy, budidaya Labu Madu sangat mudah. Yang paling utama diperhatikan adalah pengaturan pemupukan. Baik pupuk organik atau pupuk kimia, juga pengendalian hama dan penyakit.

Untuk pupuk organik tabur ia menggunakan petroganik dan pupuk hayati, sedang Pupuk Organik Cair (POC) ia semprot dengan Bioplus. Pupuk kimia tabur menggunakan pupuk NPK, ZK dan ZA.

Untuk mengendalikan hama dan penyakit ia memyemprot dengan yang alami, Pestisida Nabati (Pesnab) buatan sendiri.

"Sekitar tanggal 10 ramadan nanti sudah panen. Saya menanam 1.500 batang," kata Edy yang juga ketua kelompok tani "Tani Makmur" desa setempat, Sabtu (4/5/2019).

Sementara itu Suwarto, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Ngrandu mengatakan, Labu Madu cocok ditanam di daerah tadah hujan seperti Kecamatan Kedungadem.

Tanaman ini hanya butuh siraman air sedikit untuk melangsungkan kehidupanya. Di Kedungadem ini ada populasi 2.000 batang di Desa Sidomulyo dan 1.500 batang di Desa Ngrandu.

"Harga sekarang Rp7.000 hingga Rp10.000/kg. Buah yang besar bisa 3,5 kg/buah," tambah Suwarto lagi. [mu]

*Iskak Riyanto, SP PPL Disperta Bojonegoro.

Tag : Butternut squash, labu madu, petani, pertanian



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat