17:00 . Silaturahim IHM NU Kecamatan Kanor, Dihadiri 10.000 Anggota   |   16:00 . Dinas Perdagangan Wacanakan Pembuatan Kartu Penerima Elpiji Bersubsidi   |   15:00 . Kurangi Risiko Longsor, Kodim Dan Pemkab Tanam Rumput Vetiver   |   12:00 . Harga Bawang Putih Merangkak Naik, Cabai Berangsur Turun   |   11:00 . Sumur KWG-PWA1 Ditargetkan Produksi 150 Barrel Minyak Per Hari   |   10:00 . Pertamina EP Syukuran Tajak Sumur KWG PWA-1 di Trembes   |   09:00 . Intip Cerita Pemuda Bojonegoro Buat Sepeda Listrik   |   08:00 . Pertamina Group Jadi Mitra Terbaik PWI Tuban   |   07:00 . Anak Balita Tidak Mau Tidur Siang, Orang Tua Harus Bagaimana?   |   17:00 . TNI Bojonegoro Bekali Siswa SMKN Kasiman Kedisiplinan dan Wasbang   |   15:00 . Mengasyikan Anak-Anak TK Ini Bermain Sambil Belajar Budidaya Ikan   |   14:00 . Kemenag Ajukan Pembuatan Visa Jemaah Haji ke Surabaya   |   13:00 . Begini Tanggapan Warga Terkait Sensus Penduduk Online 2020   |   12:00 . Ada 10 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Bojonegoro   |   11:00 . Dishub Targetkan Rp31 Miliar dari Parkir Berlangganan 2020   |  
Fri, 28 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 17 August 2019 18:00

Warga Tulungagung Kibarkan Bendera Rakasasa di Tepi Bengawan Solo

Warga Tulungagung Kibarkan Bendera Rakasasa di Tepi Bengawan Solo

Kontributor : Muhammad Qoamrudin

blokBojonegoro.com - Ratusan warga Desa Tulungagung, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro beramai-ramai turun kebantaran sungai bengawan solo untuk mengibarkan sang saka Merah-Putih dan memperingati detik-detik Proklamasi 17 Agustus.

Suasana pelaksanaan upacara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini berjalan sederhana namun khidmat. Di mana seluruh warga Tulungrejo ini mengenakan baju bebas dan sesuai organisasi masing-masing, mulai dari Perguruan Silat, Organisasi Keagamaan, Karang Taruna dan masyarakat Tulungangung.

Dengan dikomando Budianto selaku Kepala Desa setempat, sekitar 100 penduduk ini pun bersamaan turun ke sungai. Di sana sudah dipersiapkan bendera Merah-Putih dengan ukuran 7x4 meter. Selain itu juga disiapkan pula alat pengeras suara untuk memberikan komando terhadap barisan warga.

Upacara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan detik-detik Proklamasi dan pembacaan naskah Proklamasi serta Pancasila. Secara umum upacara berlangsung lancar, meski seluruh peserta harus berdiri ditepi sungai dan ada juga diatas perahu ditengah aliran sungai yang terpanjang di pulau jawa ini.

"Ini memang cara kami, warga bantaran sungai bengawan solo untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-74," kata Ketua Karang Taruna Desa Tulungagung, Agus Tono.

Agus Tono menjelaskan, upacara 17 Agustusan di sungai merupakan agenda pertama kali yang dilakukan warga Tulungangung dibengawan solo.

"Filosofinya adalah untuk memerdekakan sungai yang merupakan sumber kehidupan dari pengerusakan. Contohnya dijadikan tempat membuang sampah dan lainnya," paparnya.

Untuk mengingatkan warga maka digagaskan ide upacara 17 Agustusan di sungai bengawan solo ini. Dengan begitu diharapkan warga tidak lagi merusak sungai dan menghargai lingkungan sekitar, serta merawatnya untuk generasi selanjutnya.

Kegiatan Agustusan ala warga Tulungangung ini masih berlanjut dengan digelarnya berbagai lomba di lokasi yang sama. Diantaranya lomba balap perahu yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus mendatang.

"Ini juga bentuk rasa syukur kita terhadap adanya bengawan solo, lantaran bisa memberikan kehidupan bagi warga sini, sebab kita juga memanfaatkan aliran sungai bengawan solo untuk mengairi sawah kita," tutup Agus kepada blokBojonegoro.com.[din/ito]

Tag : Upacara, bendera


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat