12:00 . Kapolda Jatim: Surabaya Tiru Bojonegoro Perangi Covid-19   |   11:00 . Meski Sudah Ada Aplikasi Online, Dispendukcapil Tetap Layani Manual   |   10:00 . Panen Ale Pinggir Bengawan Solo   |   09:00 . Ini Jadwal PPDB Online Tingkat SMP   |   08:00 . Semangat Raup Rupiah dari Anyaman Bambu   |   07:00 . 3 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Saat Bayi Demam   |   22:00 . Jalan Beton Mulai Digarap, Ini Komentar Warga   |   21:00 . Sehari Sebelum Kecelakaan, Korban Buat Status Alam Kubur   |   20:00 . Tambahan 2 Orang Positif Covid-19 dari ODP   |   19:00 . Alhamdulillah....5 Orang Positif Covid-19 di Bojonegoro Sembuh   |   18:00 . Saksi: Tadi Saya Sudah Berteriak   |   17:00 . Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu di Balen Memakan Korban Jiwa   |   16:00 . Besok, Semua Operator Sekolah Ikuti Diklat Online   |   15:00 . Sutikno: Pembatalan Kebarangkatan Jamaah Haji Adalah Langkah Tepat   |   14:00 . Kepala SMA/SMK yang Ikut Hadir Pelantikan di Surabaya di Rapid Test   |  
Thu, 04 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 18 August 2019 08:00

Thengul Tampil di Istana Negara

Bojonegoro Sapa Dunia dengan Thengul

Bojonegoro Sapa Dunia dengan Thengul

Reporter: Mukhlisotur

blokBojonegoro.com -  Thengul,  tari asal Bojonegoro ini tengah populer di Indonesia bahkan manca negara. Tari Thengul merupakan tarian tradisional yang terinspirasi dari Wayang Thengul asal Bojonegoro, Jawa Timur. Tarian ini biasanya dipentaskan oleh penari secara berkelompok dengan gerakan, ekspresi dan kostum yang menyerupai Wayang Thengul.

Sebagai bagian dari budaya, Tari Thengul diciptakan para seniman  sebagai wujud apresiasi dan upaya untuk mengangkat kembali kesenian yang hampir tenggelam seiring dengan perkembangan zaman.

Sebagai upaya mempopulerkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kini tengah berupaya menggebrak dan menggencarkan kembali Thengul menjadi salah satu ikon Kota Ledre. Upaya tersebut membuahkan hasil yang membanggakan bagi masyarakat Bojonegoro.

Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan Thengul dan Kesenian Sandur sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Pemerintah bersama masyarakat langsung tancap gas agar tercatat dalam rekor dunia Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa dan penyelenggara pagelaran Tari Thengul dengan peserta terbanyak yang berjumlah 2.019 penari yang terdiri dari pelajar sepenjuru Bojonegoro.

Tak tanggung-tanggung Thengul juga menyapa dunia melalui event Thengul International Folklore Festival (TIFF) 2019 bulan Juli lalu, dengan mendatangkan delegasi kesenian asing dari 4 negara, yaitu Polandia, Bulgaria, Mexico, dan Thailand.

Puncaknya, pada hari Kemerdekaan Negara Repuplik Indonesia yang ke-74,  Thengul Bojonegoro memukau dunia dan Indonesia karena terpilih tampil dalam upacara kenegaraan di Istana Negara. Sebanyak 250 penari yang terdiri dari pelajar ini menyapa dengan hangat seluruh tamu undangan yang hadir, bersama dengan penampilan dari Nusa Tenggara Timur, Palangkaraya, Magelang. 

Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awannah sangat bangga, dan mengapresiasi atas proses dan upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat Bojonegoro.

Menurutnya, menghidupkan kembali kesenian yang hampir tertimbun ini tidaklah mudah, apalagi untuk dijadikan sebagai ikon atau identitas sebuah daerah. "Dibutuhkan komitmen bersama untuk menjaga dan melestarikan budaya dan kearifan lokal,"  ungkapnya.

Bupati menambahkan, semangat Bojonegoro yang produktif harus selaras dan sinergi dengan tujuan bersama NKRI, yaitu SDM UNGGUL. INDONESIA MAJU.

"Semangat ini akan terus kami gencarkan untuk mempromosikan Bojonegoro ke penjuru dunia, Pinarak Bojonegoro," tegas bupati. [lis]

Tag : Thengul, tari


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat