17:00 . Peringati Nisfu Sya'ban, Generasi Muda PPP Berbagi Sembako   |   16:00 . BPS Perpanjang Sensus Online Hingga 29 Mei 2020   |   14:00 . Bentuk Kepedulian Kapolres Kunjungi Posko di Perbatasan   |   13:00 . Kapolres Kunjungi Posko Covid-19 di Perbatasan   |   12:00 . Pasar Hewan Ditutup, Pedagang Kambing Pilih Jual Online   |   11:00 . CPP Gundih Terbakar, Pertamina EP Tangani Cepat   |   10:00 . Bersama PMI, Stikes Rajekwesi Amalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi   |   09:00 . LIVE: Musrenbang Kabupaten Bojonegoro Tahun 2021   |   08:00 . Update Perkembangan Covid-19 Daerah Sekitar Bojonegoro Per 8 April   |   07:00 . Haruskah Kita Berteman dengan Mantan? Begini Kata Ahli   |   06:00 . Santri Amanatul Ummah Pulang Kampung   |   22:00 . Sempat Ditemukan PDP, Puskesmas Balen Jadi Atensi DPRD   |   21:00 . Bantu Stok Darah di UDD PMI, Polres Gelar Donor Darah   |   20:00 . Jumlah Penumpang Turun Drastis, Bus Bojonegoro - Nganjuk Tak Beroperasi   |   19:00 . Kompak, Warga PSHT Semprot Desinfektan   |  
Thu, 09 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 18 December 2019 20:00

Panen Sayuran Hidroponik di Depan Kantor Disperta Bojonegoro

Panen Sayuran Hidroponik di Depan Kantor Disperta Bojonegoro

Pengirim: Iskak Riyanto*

blokBojonegoro.com - Sebagai upaya untuk mencukupi kebutuhan gizi keluarga, mulai tahun 2019 Kementerian Pertanian mengembangan Obor Pangan Lestari (OPAL). Dengan OPAL diharapkan masing-masing rumah tangga memanfaatkan pekarangan dengan ditanami buah-buahan dan sayur-sayuran untuk dikonsumsi sendiri sebagai bentuk ketahanan pangan.

Sebagai percontohan Dinas Pertanian Bojonegoro mengembangkan OPAL di depan kantor dengan tanaman sistem hidroponik, tanaman buah dalam pot (Tabulampot), dan kolam ikan. Dan saat ini sawi samhong dan sawi pakcoy hidroponik sudah mulai dipanen.

Helmy Elisabeth, Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro saat melakukan panen perdana bersama staff  mengatakan OPAL merupakan salah satu upaya untuk pemanfaatan lahan pekarangan, serta upaya pemenuhan gizi masyarakat baik nabati maupun hewani.

"Apabila dilakukan secara konsisten dan masif maka OPAL bisa sebagai upaya diversifikasi pangan," kata Helmy lagi, Rabu (18/12/2019).

Hal senada dikatakan Zaenal Fanani, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta, OPAL sebagai prototipe bahwa pangan tidak harus membeli, tetapi bisa kita cukupi sendiri dari pekarangan masing-masing. "Sebagai percontohan kita kembangkan tanaman hidroponik, kolam ikan, dan Tabulampot media tanah," katanya beberapa waktu yang lalu.

Zaenal menambahkan bahwa sistem tanam OPAL menyesuaikan potensi yang ada di masyarakat, bisa tanam langsung di tanah, tabulampot atau hidroponik. "Saat ini kita masih menyelesaikan pembuatan kolam ikan. OPAL sengaja kita letakan di depan kantor agar mudah dilihat dan ditiru masyarakat untuk dikembangkan di pekarangan masing-masing," tambahnya.

Indah, teknisi sekaligus praktisi hidroponik  mengatakan bahwa tanaman hidroponik yang ia kembangkan di depan Kantor Disperta memakai 2 sistem, yakni Nutrient Film Technique (NFT) dan Deep Flow Technique (DFT). Kedua sistem ini hampir sama yakni larutan nutrisi diberikan sangat dangkal dan mengalir terus menerus. Keuntungan sistem ini adalah tercukupinya pasokan air, oksigen dan nutrisi pada akar yang kena. Air digerakan oleh tenaga listrik dengan pompa air ukuran kecil.  Kelebihanya masih ada genangan air dalam paralon kalau listrik mati dan masih aman.

Indah menambahkan Hidroponik merupakan sistem bertanam dengan memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media. Seperti diketahui tanaman bisa hidup bila ada nutrisi/unsur hara, air, oksigen, dan sinar matahari.

"Kelebihan hidroponik antara lain ramah lingkungan, hemat air, efisiensi tenaga dan waktu, tidak membutuhkan tempat yang luas, pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas hasil tanaman dapat terjaga, dan tidak mengenal musim," kata Indah, yang juga PPL Kecamatan Malo itu.

Masih menurut Indah, media tanam hidroponik bisa arang sekam, rock wool, serbuk serabut kelapa, zeolite, pecahan genteng/batu bata, kerikil, serbuk serat pakis, dan lain-lain. [lis]

*PPL Disperta Bojonegoro.

Tag : Disperta, tanam , OPAL


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat