200 Becak Listrik dari GSN, Siap Sambut Muktamirin di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas
Diantara 200 becak listrik dari Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) / foto: tambakberas.id

Kontributor: Ayu Rahma Fadila

blokBojonegoro.com - Bantuan untuk ikut serta memperlancar jalannya Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 35 di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur terus berdatangan.

Kali ini, Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyalurkan sebanyak 200 unit becak listrik gratis bagi para tukang becak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Konsolidasi dan kekhidmatan juga kesiapan armada dan para pengemudi becak listrik itu dipusatkan di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, kemarin.

[Baca Juga: WISATA DAN KULINER DI BOJONEGORO JAWA TIMUR YA D'KONCO CAFE https://www.blokbojonegoro.com/2026/01/19/wisata-kuliner-di-bojonegoro-jawa-timur-ya-dkonco-cafe-saja] 

Program bantuan becak listrik senilai Rp22 juta per unit ini diprioritaskan bagi para pengemudi becak manual yang telah lolos tahap verifikasi ketat di lapangan. Selain ditujukan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi warga, pengerahan armada ramah lingkungan ini diproyeksikan menjadi pilar utama sistem transportasi selama perhelatan Muktamar ke-35 NU.

Seperti dikutip dari tambakberas.id, Seksi Transportasi Panitia Daerah Muktamar NU sekaligus Ketua Asosiasi Becak Cas (ABC) Jombang, Abdul Hamid Hamdah, mengonfirmasi kesiapan penuh armada tersebut untuk menyukseskan gelaran akbar tersebut.

[Lagu Muktamar NU ke 35 Tambakberas: https://www.youtube.com/watch?v=RVbkvtzjO20&list=RDRVbkvtzjO20&start_radio=1]

Ratusan becak listrik ini disiagakan secara khusus untuk mengantar para kiai, masyayikh, dan muktamirin dari titik registrasi menuju tower penginapan hingga ke arena persidangan.

"Layanan transportasi ini gratis bagi peserta bermuka ID card. Becak listrik ini sangat membantu mobilisasi karena arena utama muktamar steril dari kendaraan bermotor," kata Abdul Hamid.

Guna menjaga kelancaran dan ketertiban, sistem operasional becak akan diatur secara ketat berdasarkan rute-rute khusus yang telah ditentukan oleh panitia.

Para pengemudi becak listrik juga telah dibekali ID card resmi serta menjalani pelatihan mengemudi demi mengutamakan keselamatan dan kenyamanan para tamu kehormatan.

Abdul Hamid mengingatkan seluruh penerima agar memanfaatkan unit tersebut secara bijak untuk bekerja, sekaligus melarang keras segala bentuk pemindahtanganan maupun penjualan unit.

Langkah strategis ini mendapat apresiasi langsung dari Ketua Majelis Pengasuh PPBU Tambakberas, KH Hasib Wahab Chasbullah (Gus Hasib).

Gus Hasib menyebut bantuan ini sebagai bentuk perhatian besar dari Presiden Prabowo Subianto terhadap kelancaran agenda NU sekaligus kesejahteraan masyarakat kecil.

Ia menilai keberadaan becak listrik menjadi solusi navigasi paling ideal di tengah terbatasnya dan sempitnya akses jalan di dalam kompleks pesantren.

Penggunaan mobil berukuran besar di kawasan 'kampung Muktamar' justru dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan parah dan mengganggu kekhusyukan jalannya persidangan.

"Akses antar-lokasi sekitar 300 meter. Kalau pakai mobil justru mengganggu, jadi becak listrik ini solusi paling tepat untuk melayani para kiai sepuh," tutur Gus Hasib.

Rasa haru dan syukur terpancar kuat dari raut wajah Jamil (70), seorang tukang becak manual asal Dusun Kauman, Desa Ngoro, yang menjadi salah satu penerima manfaat. Bagi lansia seperti Jamil, hadirnya armada bertenaga listrik ini menjadi angin segar yang signifikan meringankan beban fisiknya saat mengais rezeki sehari-hari.

"Alhamdulillah dapat becak listrik. Ini sangat membantu saya yang sudah tua, apalagi nanti bisa ikut bantu mengantar tamu-tamu muktamar," ujar Jamil dengan wajah sumringah. [ayu/mad]