LF PCNU Bojonegoro Terbitkan Almanak 2027, Muat Prediksi Awal Ramadan hingga Fenomena Gerhana
Almanak 2027 (Ilustrasi AI)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Bojonegoro menerbitkan Almanak 2027 yang memuat informasi penanggalan Hijriah, waktu salat, prediksi awal bulan Kamariah hingga berbagai fenomena astronomi sepanjang tahun.

Almanak tersebut disusun berdasarkan perhitungan penanggalan Hijriah Kamariah dengan metode kontemporer Astronomical Algorithms. Markas perhitungan berada di Bukit Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, pada ketinggian 275 meter di atas permukaan laut.

Dalam menentukan awal bulan Hijriah, LF PCNU Bojonegoro menggunakan kriteria Imkanurrukyat Nahdlatul Ulama (IRNU), yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat dengan mempertimbangkan kondisi hilal di berbagai wilayah Indonesia atau konsep Wilayatul Hukmi.

Sejumlah prediksi awal bulan penting juga tercantum dalam almanak. Berdasarkan hasil hisab, 1 Ramadan 1448 Hijriah diprediksi jatuh pada 8 Februari 2027. Sementara 1 Syawal 1448 H atau Idulfitri diprediksi pada 10 Maret 2027.

Untuk bulan Dzulhijjah, almanak mencatat posisi hilal telah memenuhi kriteria Imkan Rukyah sehingga 1 Dzulhijjah 1448 H diprediksi jatuh pada 8 Mei 2027. Adapun 1 Muharam 1449 H diprediksi bertepatan dengan 6 Juni 2027.

Selain kalender Hijriah dan Masehi, Almanak LF PCNU Bojonegoro 2027 juga menyajikan jadwal waktu salat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Perhitungan waktu salat menggunakan markas Kantor PCNU Bojonegoro, sedangkan perhitungan penanggalan Hijriah menggunakan markas hisab di Bukit Wonocolo.

Almanak tersebut juga memuat informasi fenomena astronomi berupa dua gerhana Matahari dan tiga gerhana Bulan penumbra selama 2027. Salah satunya adalah gerhana Matahari total pada 2 Agustus 2027. Fenomena tersebut dapat diamati secara sebagian dari wilayah Indonesia bagian barat, termasuk Sumatera dan sebagian Banten, mulai sekitar pukul 17.49 WIB.

Sementara itu, gerhana Matahari cincin pada 6 Februari 2027 tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia. Beberapa gerhana Bulan penumbra juga tercatat terjadi sepanjang tahun, meskipun sebagian bersifat sangat samar sehingga dalam almanak disebut tidak dianggap sebagai gerhana yang dapat diamati secara nyata.

Penyusunan Almanak 2027 dilakukan oleh tim LF PCNU Bojonegoro yang terdiri atas KH. Mohammad Tuhri sebagai pembina, Drs. H. Mochammad Charis, M.MPd. sebagai ketua, serta Alfan Maghfuri, M.H. sebagai sekretaris.

Selain penanggalan dan fenomena astronomi, almanak juga mencantumkan penanggalan Jawa Islam, pasaran, pranotomongso, serta informasi Rashdul Kiblat Global. Dengan cakupan tersebut, almanak menjadi salah satu rujukan praktis bagi masyarakat dalam mengikuti penanggalan dan berbagai informasi falak sepanjang 2027. [feb/mad]