08:00 . Ayo Wisata dengan Tetap Patuh Prokes   |   07:00 . 6 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Mengencani Pria yang Lebih Muda   |   06:00 . Melirik Potensi dan Inovasi Desa Pilanggede   |   00:00 . Sambut Maulid Nabi, Polres Gelar Santunan dan Ajak Anak Bermasker   |   23:00 . Ada yang Berbeda, Apel Kebangsaan Sumpah Pemuda di Atas Angin   |   22:00 . Mengenal Lebih Dekat Kampus Unugiri   |   21:00 . Damkar Evakuasi Sarang Tawon di Desa Suwaloh   |   20:00 . Pemkab Ajak Perguruan Tingi Kesehatan Ikut Membangun Bojonegoro   |   19:00 . Patuhi Prokes Ketat, STIKes Rajekwesi Bojonegoro Gelar Wisuda   |   18:30 . Jangan Lupa saat Ingin Berwisata   |   18:00 . Hari Sumpah Pemuda Berbagi Masker   |   17:00 . Mahasiswa Ners STIKes ICSsada Bojonegoro Launching Posyandu Remaja   |   16:00 . BPBD Rutin Lakukan Penyemprotan Disinfektan   |   15:00 . Penyesuaian Tatanan Baru, Jam Kunjung Perpusda Dikurangi   |   13:00 . Pedagang Sayur di Pasar, Patuh Protokol Kesehatan   |  
Thu, 29 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 18 January 2020 10:00

Longsor Masih Jadi Ancaman Warga Bantaran Bengawan

Longsor Masih Jadi Ancaman Warga Bantaran Bengawan

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Curah hujan yang tinggi tentu membuat warga yang tinggal di bantaran sungai bengawan solo was-was, karena setiap saat debit air sungai bisa naik, selain itu tebing di bantaran juga rawan longsor.

Seperti warga yang berada di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pantauan di lapangan, tanah bantaran sungai bengawan solo terus mengalami longsor, hingga menyebabkan rumah milik Jasmiati (55) yang berada di tepi bantaran sungai rawan tergerus air.

Jarak rumah dan tanah milik Jasmiati saat ini tinggal beberapa meter saja dengan sungai bengawan solo, selain itu rumah milik warga lain ada yang berjarak 15 hingga 30 meter dari bibir sungai.

Sebelum terjadi longsor pada tahun 2007, Jasmiati bersama keluarga sebelumnya menempati rumah yang tak jauh dari rumah barunya, yang berada di dekat bantaran sungai bengawan solo. Namun karena terjadi longsor, Jasmiati memutuskan untuk pindah di sisi timur bangunan baru.

"Awalnya saya menempati lahan yang di tepi barat sebelum longsor, ada beberapa pondasi yang tersisa di tepi sungai yang longsor bekas bangunan rumah. Sekarang menempati rumah yang baru berjarak 5 meter. Tentu saja ada perasaan resah ketika musim hujan tiba," kata Jasmiati kepada blokBojonegoro.

Masih kata Jasmiati, dirinya terlihat begitu resah ketika memasuki musim penghujan Januari 2020 ini, pasalnya beberapa hari terakhir air sudah mengikis tanah.

"Musim hujan Januari 2020 ini longsor luas," ungkap Jasmiati.

Sebagai upaya untuk mencegah longsor, Jasmiati bersama warga lain berupaya menanam pohon bambu serta beberapa pohon lain seperti pepaya maupun pisang.

Selain itu, Jasmiati juga mengatakan, selama ini pihaknya belum mendapat respon dari beberapa pihak, terkait amblasnya tanah di bantaran bengawan solo yang ada di Desa Ngablak. [liz/mu]

Tag : tanah longsor, longsor, bengawan solo, bengawan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 16:00

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang M. Anang Febri Efendi reporter blokTuban.com resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi kedua, dilaksanakan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat