21:00 . Nakes dan ASN Meninggal, Masih Bandel Langgar Protokol Kesehatan ?   |   20:00 . 6 Orang Sembuh, Tambahan 4 Positif Covid-19 di Bojonegoro   |   19:00 . Ditarget Selesai Akhir Tahun, Pembangunan Pasar Banjarejo Capai 55 Persen   |   18:00 . Bahagia, Seribuan Sertifikat Hak Tanah Diterima Warga Sarirejo   |   17:00 . Di Bawah Etalase Bengkel, Ular 1.5 Meter Berhasil Dievakuasi Damkar   |   16:00 . 1 ASN Meninggal Karena Covid-19, Pemkab Akan Terapkan Work From Home   |   15:00 . Sebelum Menyesal Ingat Ini   |   14:00 . Ajak Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan, Moeldoko Kenakan Kaos ini...   |   13:00 . 56 Personel Kodim Bojonegoro Naik Pangkat   |   12:00 . Ayo Ikut Kompetisi PFMuda Pertamina Foundation   |   11:30 . Ingat Pesan Ibu, 3M   |   11:00 . Rayakan Ultah Ke-20 Biznet Tawarkan Promo dan Bonus Menarik   |   10:00 . VF: Alhamdulillah Saya Sembuh dari Covid-19   |   09:00 . Cerita Pasien Saat Terkonfirmasi Positif Covid   |   08:00 . 294 Tambahan Baru di Jatim, Pasien Sembuh Covid-19 meningkat 350 Orang   |  
Thu, 01 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 20 January 2020 11:00

Kembang Mayang dan Lestari Tradisi Jawa

Kembang Mayang dan Lestari Tradisi Jawa

Reporter: Maulina Alfiana

blokBojonegoro.com – Sampai saat ini, berbagai tradisi Jawa masih dilestarikan oleh masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. Budaya tersebut berdampingan dengan kebiasaan luhur warga beragama.

Seperti keberadaan kembang mayang atau kembar mayang ketika ada jejaka atau perawan yang sudah waktunya menikah meninggal dunia. Di Desa Pilang, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Senin (20/1/2020) pagi misalnya.

Pemuda desa, Haris Habib Hanafi meninggal dunia semalam karena sakit. Warga sejak pagi telah berkumpul dan takziah, dan tampak diantaranya membuat rangkaian dua kembang mayang.

Kembang mayang adalah semacam boket atau rangkaian bunga, yang terbuat dari janur (daun kelapa muda) dan bunga. Biasanya ditancapkan pada sepotong “guling”/batang pohon pisang, sepanjang kurang lebih 30 cm.

Budayawan asal Kabupaten Bojonegoro, Aries Harijanto membenarkan, jika kembang mayang dipakai bukan hanya untuk pengantin. Tapi juga jejaka atau perawan yang meninggal dunia.

“Kembar mayang atau kembar di samping kanan dan kirinya sebagai tanda bahwa selama di dunia dirinya masih menjaga keperawanannya atau keperjakaan,” kata Pak Dhe Uban, sapaan karibnya.

Ada kepercayaan di masyarakat, jika keberadaan kembang mayang itu agar arwah orang yang meninggal tidak mengganggu para pemuda atau pemudi dari keluarga sendiri maupun dalam lingkungan desanya.

“Budaya tersebut masih lestari sampai sekarang dan itu bagus untuk turut serta merawat kebiasaan luhur masyarakat zaman dulu,” pungkasnya. [lin/mu]

Tag : kembar mayang, budaya jawa, adat jawa


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat