22:00 . Warga Wotan Antusias Sambut Bupati Saat Safari Ramadan   |   21:00 . Genap 4 Tahun, AMSI Konsisten Mewujudkan Ekosistem Digital yang Sehat   |   20:00 . Lagi, Pasangan Tak Suami Istri Terciduk Satpol PP di Kamar Kost   |   18:00 . Antisipasi Pembobolan Rekening, Polres Gelar Rakor dengan Pimpinan Bank   |   17:00 . Mancing, Cara Asyik Menanti Azan Maghrib   |   16:00 . Menjadi Kartini Inspiratif Masa Kini Melalui Empat Pilar   |   15:00 . Klaim Triwulan Pertama Tahun 2021, Santunan Korban Luka-luka Jasa Raharja Menurun   |   14:00 . Semarakkan Hari Kartini, Kopri PK Attanwir Gelar Kompetisi Fotogenik   |   13:00 . Waspada...! Lagi-lagi Ada Akun Medsos Mengatasnamakan Bupati Anna Mu'awanah   |   12:00 . Peringatan Hari Kartini, Wanita Turut Berperan Mengisi Pembangunan Bangsa   |   11:00 . Perkuat Protokol Kesehatan untuk Ramadan Lebih Aman   |   10:00 . Provinsi Prioritas PPKM Mikro Diminta Serius Dalam Pembentukan Posko   |   09:00 . Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Mencapai 1.455.065 Orang   |   08:00 . Pemerintah Mendukung Inovasi Kesehatan Untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa   |   07:00 . Tingkat Ekonomi Keluarga Pengaruhi Usia Anak Terpapar Medsos, Kok Bisa?   |  
Tue, 20 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tanggul Jebol, 135 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Terancam Gagal Panen

blokbojonegoro.com | Tuesday, 18 February 2020 16:00

Tanggul Jebol, 135 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Terancam Gagal Panen

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Ratusan hektar tanaman padi siap panen di  Desa Temu, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, terancam gagal panen. Pasalnya, tanaman padi tersebut terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Ingas yang melintasi Desa Temu.

Camat Kanor, Mahfud mengatakan, jebolnya tanggul disebabkan tidak mampu tanggul untuk menahan debit air yang terlalu banyak. Sehingga, sedikitnya 135 hektare lahan padi siap panen di Desa Temu terendam banjir.

“Kejadiannya terjadi pagi hari tadi, terkait kerugian kita belum bisa menaksirkan,” ujar Mahfud kepada blokBojonegoro.com.

Ia juga menjelaskan jebolnya tanggul yang mencapai lebar 3 meter itu hanya membanjiri lahan pertanian saja, tidak sampai kepermukiman warga. Sedangkan dalam menangani jebolnya tanggul, warga secara bergotong-royong memasang drajuk dan mengisi karung dengan tanah untuk menahan air sesaat.

"Pihak BPBD juga sudah kelokasi, semoga tidak jebol lagi karena masih ada sebagian tanaman padi yang belum dipanen," pungkasnya.[din/ito]

Tag : tanggul, jebol, kanor, pertanian


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat