21:00 . Pasien Positif Covid 19 Bertambah 9 Orang   |   20:00 . Putra Asli Bojonegoro, Prof Dr Phil Al Makin Jabat Rektor UIN Suka   |   19:00 . Bersama TNI, Disdukcapil Bojonegoro Gelar Pelayanan di Desa   |   18:00 . BSA Sunan Giri Bojonegoro Praktik Kerja Lapangan Online   |   16:00 . Angka Covid-19 Masih Tinggi, Disdik Belum akan Gelar KBM Tatap Muka   |   15:00 . Progress Recovery CPP Gundih On The Track   |   14:00 . Tingkat Kualitas Pendidikan Kesetaraan, Disdik Lakukan Tes untuk Tutor   |   13:00 . Panitia Kurban Wajib Tahu Ini   |   12:00 . Cegah Kematian Ibu dan Bayi, Menuju Bojonegoro Sehat, Aman dan Sejahtera   |   11:00 . Orang tua, Siswa dan Sekolah Wajib Faham Ini   |   10:00 . Kasat dan Empat Kapolsek di Polres Bojonegoro Dimutasi   |   09:00 . Proses Pemakaman Mantan Bupati H. M. Santoso   |   08:00 . Lestarikan Bengawan, 25 Ribu Bibit Ikan Ditebar   |   07:00 . Anak Anda Pemalu? Ini Tips untuk Tingkatkan Rasa Percaya Dirinya   |   22:00 . Bertambah Lagi 4 Orang yang Sembuh dari Covid-19   |  
Sat, 11 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 06 June 2020 07:00

Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan

Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Belakangan ini, banyak orang yang mulai berkebun di rumah meski dengan lahan seadanya. Tujuannya beragam, mulai dari melanjutkan hobi yang sempat tertunda, cara untuk melepas rasa bosan dan stres, sampai menanam sayuran yang memang akan dikonsumsi.

Kalau Anda juga tengah tertarik, maka lakukanlah, Moms. Menurut Ketua Umum Pergizi Pangan, Prof Dr Hardinsyah, bercocok tanam atau berkebun memang bisa menjadi alternatif bila ingin menjaga ketahanan pangan di rumah.

"Bercocok tanam di pekarangan rumah relatif mudah dilakukan. Mau tidak mau tentu mengoptimalkan sumber daya seperti pagar, halaman, air, tanah, pot, juga hidroponik," ujar Prof Dr Hardinsyah saat dihubungi kumparanMOM, Selasa (2/6).

Lebih lanjut Prof Dr Hardinsyah menyebut, bercocok tanam biasanya dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di desa. Namun, di zaman seperti sekarang apalagi di tengah pandemi virus corona, masyarakat kota pun mulai tergerak pula.

Kabar baiknya, berkebun dengan bertujuan menjaga ketahanan pangan keluarga ini tidak memiliki standar apa yang harus Anda tanam kok, Moms. Itu semua tergantung dari kemampuan dan minat dari masing-masing individu. Terlebih juga, perlu disesuaikan dengan lahan yang dimiliki.

Misalnya di lahan yang relatif sempit, Anda bisa mulai dengan microgreens, yaitu menanam sayuran yang dapat dipanen pada saat usianya masih muda. Yakni  7-14 hari saja.  Lalu ada sistem tanam hidroponik pakai pipa air yang ditempel di pagar, sistem aeroponik, lalu menanam di pot gantung, dan sebagainya.

Nah, sudahkah Anda mendapat inspirasi ingin mulai menanam apa dalam waktu dekat?

Namun bila yang terjadi sebaliknya, yakni jika teman-teman Anda sudah banyak yang melakukan tapi Anda sendiri sebetulnya kurang berminat, maka juga tak masalah kok, Moms! Yang terpenting adalah kemampuan Anda dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan cara Anda sendiri.

"Ketahanan pangan keluarga itu, kan, kondisi cukupnya pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Ditentukan oleh kemampuan keluarga membeli pangan dan atau memperoleh pangan dari pekarangannya. Kalau di kota sangat tergantung dari pendapatannya. Kalau di desa tergantung apa yang ditanam dan dipelihara. Sekarang tinggal kesanggupannya saja," tutupnya.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan, rumah, tanaman, bertanam


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat