07:00 . Dear Parents, Ini Lima Langkah Mendidik Anak Cerdas dan Sukses di Masa Depan   |   21:00 . Pengalaman Meresahkan Saat Nomor Dijaminkan Orang Asing untuk Pinjol   |   20:00 . Jagung Mahal Saat Panen Raya,Petani Senang   |   19:00 . Sukseskan Vaksinasi Lansia, Banjarsari Gunakan Bus Tayo untuk Antar Jemput   |   18:00 . Brain Challenge, Sarana Asah Kemampuan Logika Generasi Milenial   |   17:00 . Wabup Dukung Kampung Tangguh Covid dan Narkoba di Bojonegoro   |   16:00 . Kecelakaan di Sukowati, Pemotor Meninggal Seketika   |   16:00 . Varian Baru Covid Ditemukan di Bojonegoro Bupati Imbau Warga Patuhi Prokes   |   15:00 . Pembeli di Giant Keluhkan Diskon, Harga Masih Mahal   |   14:00 . Kesulitan Meyakinkan Pemilik Toko, Usaha IRT ini Sukses Melalui Sosial Media   |   12:00 . 1 Warga Bojonegoro Terkonfirmasi Positif Virus Covid-19 Varian Baru   |   10:00 . Berikut ini Peraih Nilai Tertinggi 37 Kursi Perangkat Desa di Kecamatan Sumberrejo   |   07:00 . Akibat Tertutup Masker, Anak-Anak Kesulitan Membaca Emosi   |   06:00 . 8 Pasien Sembuh, Kasus Baru Tambah 10 Orang   |   20:00 . Upaya Preventif Pernikahan Dini Bisa Dilakukan Mulai dari Keluarga   |  
Thu, 17 June 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Dampak Buruk Menghangatkan Makanan Sisa Berkali-kali

blokbojonegoro.com | Wednesday, 27 May 2020 07:00

Dampak Buruk Menghangatkan Makanan Sisa Berkali-kali

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Menghangatkan makanan sisa hingga berkali-kali sudah jadi kebiasaan banyak orang. Apalagi pada momen pasca-Lebaran seperti sekarang, sisa makanan yang berlimpah tentu sayang jika dibuang sehingga kita memilih untuk menghangatkannya agar bisa dikonsumsi.

Walau demikian, menghangatkan makanan hingga berkali-kali ternyata memiliki beberapa dampak buruk, lho.

Konsultan nutrisi dan wellness dari Nutrifood, Moch. Aldis Ruslialdi, SKM, CNWC memberikan penjelasannya.

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kesegaran makanan. Beberapa jenis makanan menurutnya cenderung tidak segar lagi ketika dihangatkan berkali-kali atau bahkan basi setelah disimpan berhari-hari, terutama makanan bersantan.

Sementara makanan kering cenderung tahan lebih lama.

"Jadi dianjurkan jangan terlalu sering dihangatkan, apalagi sampai berkali-kali," ungkapnya dalam sesi Kulwap media beberapa waktu lalu.

Seperti apa makanan yang masih segar? Secara sederhana, tanda makanan yang sudah kurang baik di antaranya aroma basi dan tidak segar yang tercium serta perubahan tekstur makanan.

Misalnya, jika makanan tersebut pada awalnya bertekstur lunak menjadi mengeras setelah didiamkan lama.

"Saya tidak anjurkan untuk mencicipi. Jadi dicium dulu dan lihat teksturnya, kalau sudah oke baru boleh dicicipi," kata Aldis.

Dari segi risiko kesehatan, menurut Aldis, tidak terlalu berdampak. Hanya saja, untuk masakan-masakan berbahan baku sayur kita perlu memerhatikan nilai gizi yang berkurang jika dihangatkan berkali-kali. Terutama untuk Vitamin C dan B.

"Jadi buat sayur-sayuran sebisa mungmin jangan dihangatkan berkali-kali. Satu sampai dua kali cukup," ujarnya.

*Sumber; kompas.com

Tag : Pendidikan, kesehatan

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 31 May 2021 12:00

    Rekrutmen CPNS dan PPPK Bojonegoro 2021

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda Sesuai dengan Surat Kepala BKN bernomor 4761/B-KP.03/SD/K/2021 tanggal 28 Mei terkait beberapa peraturan penundaan pendaftaran CPNS maupun PPPK yang belum di tetapkan oleh pemerintah serta masih ada beberapa usulan revisi...

    read more