19:00 . 3 Orang Sembuh, Tambahan 2 Positif Covid-19   |   17:00 . Gotong Royong Masyarakat Samin yang Masih Terjaga   |   16:00 . Pandemi, Apakah Pentol Sejati Terdampak?   |   15:00 . Siap Jaga Kyai Dan NKRI, Santri IPSPN-NU Dikukuhkan   |   13:00 . 852 Modin Wanita Dapat Insentif Rp125 Ribu Tiap Bulan   |   12:00 . MTQ di Bojonegoro Dilaksanakan 15 Oktober Mendatang   |   10:00 . Perlancar Aliran Sungai, Pemkab dan Koramil Kerja Bakti   |   08:00 . Angin Kencang Akibatkan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang   |   07:00 . Berikut Ciri-Ciri Sakit Jantung   |   23:00 . Makin Maju, Pesantren Mahasiswa Attanwir Diresmikan   |   22:00 . Intip Museum Pertanian di Wisata Edukasi Pejambon   |   21:00 . Wisata Edukasi Pejambon Diresmikan Menteri Desa   |   20:00 . 2 Sembuh, Tambahan 2 Positif   |   19:00 . Hujan Deras Disertai Angin, 4 Pohon Tumbang Tutup Jalan Nasional di Balen   |   18:00 . Pohon Tumbang di Jalan Nasional Akibat Angin Kencang   |  
Sun, 27 September 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 12 July 2020 16:00

Terkendala Lahan 7 Warga, Pembangunan Jembatan KARE Tersendat

Terkendala Lahan 7 Warga, Pembangunan Jembatan KARE Tersendat

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pembangunan Jembatan Kanor - Rengel (KARE), penghubung antara Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten Tuban belum bisa dibangun tahun ini. Pembangunan jembatan yang rencana akan dimulai pada pertengahan tahun 2020 tersebut, masih tersendat pembebasan lahan.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari mengatakan, pembangunan jembatan KARE tersebut membutuhkan lahan milik 23 warga Desa Semambung Kecamatan Kanor. Namun dari 23 lahan milik warga tersebut, masih ada 7 lahan milik warga yang belum berkenan untuk melepaskan.

"Saat ini kita masih tahap penyelesaian lahan tersebut," ujarnya, Minggu (12/7/2020).

Saat disinggung terkait kapan dimulainya pembangunan jembatan tersebut, dirinya belum bisa mengira-ngiranya lantaran masih fokus untuk menyelesaikan lahan tersebut. Sehingga, dipastikan pembangunan jembatan ini tidak bisa dilakukan pada tahun ini.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2020 sebenarnya mempunyai projek besar pembangunan 2 jembatan yang melintasi Sungai Bengawan Solo, yaitu Jembatan Kanor - Rengel dan Jembatan Luwihaji (Kecamatan Ngraho) - Medalem (Kecamatan Kradenan, Blora).

Untuk pembangunan Jembatan Luwihaji - Medalem sendiri sudah mulai dibangun pada awal Bulan Juli tahun ini dan ditargetkan selesai pada November 2020. Jembatan Type Kelas A tersebut, mempunyai panjang 220 meter, luas jembatan 6 meter dengan setruktur rangka baja.

Terpisah, Kepala Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Neny Rachmawati menambahkan, dari 7 warganya yang belum melepaskan lahannya tersebut lantaran masih menunggu harga yang pas dan sesuai yang diinginkan. Selain itu, ada juga yang meminta menyisihkan sebagian lahannya untuk dibangun rumah untuk tempat tinggal.

"Untuk tanah yang terdampak di Desa Semambung kurang lebih sekitar 9.000 m², berarti masih ada kurang lebih sekitar 3.655 m² yang belum tertuntaskan," lanjut perempuan yang akrab disapa Neny ini.

Dirinya menjelaskan, Pemerintah Desa (Pemdes) sendiri tidak mempunyai wewenang terkait penuntasan pembebasan lahan. Pasalnya Pemdes Semambung dalam hal ini bertugas sebagai jembatan antara Pemerintah dan juga masyarakat setempat.

Ia pun berharap jika nantinya jembatan KARE beroperasi ke depannya, turut mengerek perekonomian masyarakat Semambung, khususnya. Sebab, dengan adanya jembatan penghubung antara Bojonegoro dan Tuban roda perokonomian masyarakat Semambung bisa berjalan lebih baik lagi.

"Harapan saya semoga jembatan KARE ini menjadi berkah untuk semuanya, khususnya warga Semambung," pungkasnya.[din/ito]

 

Tag : Jembatan, rengel, kanor


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat